BERITA TERKINI
Ekonomi Global 10 Februari 2026: Biaya Listrik AS Melonjak, Gugatan Medsos Bergulir, Nikkei Cetak Rekor

Ekonomi Global 10 Februari 2026: Biaya Listrik AS Melonjak, Gugatan Medsos Bergulir, Nikkei Cetak Rekor

Sejumlah peristiwa ekonomi global menjadi perhatian pada Rabu, 10 Februari 2026, mulai dari lonjakan biaya energi di Amerika Serikat, perkembangan gugatan besar terhadap perusahaan media sosial, hingga rekor baru yang dicetak pasar saham Jepang.

Di Amerika Serikat, biaya listrik pada jaringan terbesar di negara itu dilaporkan meningkat lebih dari dua kali lipat pada Januari 2026. Kenaikan tersebut dikaitkan dengan gelombang dingin berkepanjangan yang mendorong permintaan pemanasan, sehingga operator harus memaksimalkan pasokan untuk menjaga stabilitas sistem kelistrikan.

Pada saat yang sama, harga gas alam naik ke level tertinggi dalam beberapa tahun di Pantai Timur dan mencetak rekor di banyak wilayah. Lonjakan ini terjadi ketika cuaca beku melanda sebagian besar wilayah AS.

Masih dari AS, Departemen Perdagangan disebut berencana memberikan pengecualian tarif terkait chip kepada penyedia layanan cloud utama seperti Amazon, Google, dan Microsoft. Seorang pejabat pemerintah menyatakan rencana itu masih dalam pembahasan dan belum disahkan menjadi undang-undang oleh Presiden. Skala program pengembalian tarif potensial tersebut disebut akan terkait dengan perjanjian perdagangan AS–Taiwan (China) yang baru-baru ini disepakati.

Di sisi lain, pertempuran hukum yang disebut bersejarah terkait tanggung jawab perusahaan teknologi resmi dimulai di Los Angeles pada 9 Februari. Untuk pertama kalinya, perusahaan seperti Meta dan Google menjawab pertanyaan juri atas tuduhan sengaja memanipulasi psikologi dan merancang fitur adiktif bagi pengguna muda.

Kasus ini berlangsung di tengah ratusan gugatan di berbagai wilayah AS yang menuduh platform media sosial mengarahkan pengguna muda ke konten negatif dan memicu masalah kesehatan mental, termasuk depresi, gangguan makan, hingga bunuh diri.

Dari Asia, pasar saham Jepang melanjutkan penguatan pada pagi 10 Februari. Optimisme investor menguat setelah koalisi penguasa Partai Demokrat Liberal (LDP) dan Partai Inovasi Jepang (JIP) meraih kemenangan telak dalam pemilihan Dewan Perwakilan Rakyat baru-baru ini.

Indeks Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo naik 1.256,89 poin atau 2,23% ke level 57.620,83, sekaligus mencetak rekor tertinggi baru. Pencapaian tersebut menandai hari kedua berturut-turut Nikkei mencatatkan rekor baru.

Catatan Mureks juga menyebut kebijakan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menarik minat investor global. Arus masuk modal asing ke pasar saham Jepang diperkirakan meningkat pesat menyusul kemenangan LDP, dengan perkiraan pembelian bersih dapat naik hingga lima kali lipat dalam beberapa bulan mendatang dan melampaui tingkat yang pernah tercatat pada era mantan Perdana Menteri Shinzo Abe.

Selain itu, ekspor beras Jepang pada 2025 dilaporkan mencapai rekor tertinggi untuk tahun kelima berturut-turut, naik 3,7% menjadi 48.000 ton.

Dari Eropa, Uni Eropa meresmikan dan mulai mengoperasikan NanoIC di Pusat Penelitian Teknologi Mikroelektronika Terintegrasi (IMEC) di Leuven, Belgia. Fasilitas ini disebut sebagai jalur produksi percontohan terbesar di bawah Undang-Undang Chip Eropa, yang diposisikan sebagai tonggak dalam upaya meningkatkan kemandirian serta daya saing industri semikonduktor di benua tersebut.

Sementara itu, Gubernur Federal Reserve Stephen Miran menilai kebijakan tarif pemerintahan Trump berdampak “jauh lebih ringan” dibanding kekhawatiran awal. Ia berpendapat mitra asing dan bisnis mereka menjadi penerima manfaat utama dari peningkatan tarif, bukan konsumen AS. Miran juga menolak pandangan yang umum di kalangan ekonom bahwa tarif pada akhirnya membebani konsumen Amerika melalui kenaikan harga, sementara negara-negara pengekspor hanya menanggung penurunan margin keuntungan.