BERITA TERKINI
Ekonomi Digital Dinilai Mengubah Pola Konsumsi hingga Kebijakan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Ekonomi Digital Dinilai Mengubah Pola Konsumsi hingga Kebijakan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Program Ekonomi Digital di RRI Sampang FM 100,8 MHz pada Jumat, 27 Maret 2026 mengangkat tema “Penting: Dampak Ekonomi Digital di tengah Dinamika Global.” Dalam siaran tersebut, akademisi Universitas Indonesia Dr. Berlian Karlina memaparkan bagaimana transformasi digital telah mengubah wajah perekonomian dunia, termasuk Indonesia.

Menurut Berlian, ekonomi digital tidak dapat dipandang sekadar sebagai tren teknologi. Ia menyebut perubahan ini bersifat mendasar karena memengaruhi berbagai aspek, mulai dari pola konsumsi masyarakat, struktur pasar tenaga kerja, hingga arah kebijakan fiskal negara.

Ia menilai ekonomi digital menghadirkan peluang sekaligus tantangan. Di satu sisi, masyarakat dinilai semakin mudah mengakses layanan keuangan dan memiliki ruang lebih besar untuk membuka usaha baru. Namun di sisi lain, persaingan global juga disebut kian ketat sehingga membutuhkan kesiapan yang lebih tinggi.

“Ekonomi digital itu membawa peluang sekaligus tantangan. Di satu sisi, masyarakat bisa lebih mudah mengakses layanan keuangan dan membuka usaha baru. Namun di sisi lain, kita harus siap menghadapi persaingan global yang semakin ketat,” ujar Berlian.

Berlian, yang berasal dari Kabupaten Sampang, juga menyoroti peluang daerah dalam memanfaatkan ekonomi digital. Ia menilai wilayah seperti Sampang memiliki potensi besar, terutama melalui penguatan UMKM agar dapat menjangkau pasar lebih luas dengan dukungan teknologi.

Ia menambahkan, pemanfaatan teknologi dinilai dapat membuka peluang UMKM lokal untuk menembus pasar yang lebih luas sekaligus memperkuat inklusi keuangan. Dengan demikian, masyarakat di daerah disebut memiliki kesempatan lebih besar untuk tidak tertinggal dalam arus globalisasi.

“Dengan pemanfaatan teknologi, UMKM lokal bisa mendunia. Inklusi keuangan pun semakin terbuka, sehingga masyarakat di daerah tidak tertinggal dalam arus globalisasi,” ujarnya.