BERITA TERKINI
Dubes Rusia Nilai Eskalasi Konflik Timur Tengah Berisiko Ganggu Stabilitas Global

Dubes Rusia Nilai Eskalasi Konflik Timur Tengah Berisiko Ganggu Stabilitas Global

Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov menyatakan memburuknya situasi di Timur Tengah akibat eskalasi konflik berpotensi mengancam keamanan global, stabilitas ekonomi dunia, serta tatanan hubungan internasional secara keseluruhan.

Pernyataan itu disampaikan Tolchenov dalam seminar internasional bertajuk “Ambassador and Expert Talk: The Middle East Conflict and the Future of the Multipolar World” di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran, Jakarta, Kamis.

Menurut Tolchenov, Rusia menilai tindakan Amerika Serikat dan Israel yang menyerang Iran menjadi pemicu utama meningkatnya ketidakstabilan kawasan. Ia menyebut tindakan tersebut melanggar hukum internasional, termasuk prinsip kedaulatan dan non-intervensi.

“Intinya adalah bahwa Piagam PBB telah berulang kali diabaikan, serta prinsip-prinsip kedaulatan dan non-intervensi dalam urusan internal negara. Tindakan-tindakan tersebut sama sekali tidak dapat dibenarkan dan mengarah pada eskalasi yang berbahaya, yang konsekuensinya dapat meluas jauh melampaui kawasan tersebut,” kata Tolchenov.

Ia menilai krisis dipicu oleh AS yang dinilai semakin unilateral dan berbasis kekuatan, dengan tujuan mempertahankan dominasi global serta mengendalikan jalur energi dan transportasi strategis. Dalam pandangannya, pendekatan diplomatik semakin jarang digunakan.

Tolchenov juga menegaskan bahwa serangan terhadap fasilitas yang berada di wilayah negara berdaulat tidak dapat dipandang selain sebagai pelanggaran prinsip-prinsip dasar hukum internasional. Ia menambahkan, sanksi dan tindakan militer terhadap Iran berpotensi meningkatkan ketegangan yang pada akhirnya memperkuat pertahanan Iran.

Selain aspek geopolitik, ia menyoroti dampak kemanusiaan dari eskalasi dan meluasnya konflik. Menurutnya, setiap peningkatan ketegangan akan menambah korban sipil, merusak infrastruktur, dan memicu lonjakan pengungsi.

Ia juga menyinggung insiden di Semenanjung Arab dan kawasan perbatasan Lebanon–Israel. Dalam pernyataannya, serangan di Lebanon mengakibatkan gugurnya tiga personel pasukan penjaga perdamaian Indonesia, sementara lima anggota lainnya yang juga berasal dari Indonesia mengalami luka-luka.

Tolchenov menilai perkembangan di Timur Tengah berkaitan erat dengan meningkatnya persaingan antarnegara dan upaya mempertahankan tatanan dunia unipolar, serta penolakan terhadap munculnya sistem hubungan internasional yang dinilai lebih adil dan multipolar.

Dalam menghadapi krisis tersebut, ia mengatakan Rusia menegaskan komitmennya pada penyelesaian diplomatik dan menolak penggunaan kekerasan. Ia juga menekankan pentingnya menghidupkan kembali peran lembaga internasional, terutama Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Dewan Keamanan PBB, sebagai pilar utama bagi perdamaian dan keamanan internasional.

Ia menambahkan, isu Palestina dinilai menjadi kunci dalam penyelesaian konflik di Timur Tengah. Menurutnya, pengabaian terhadap isu Palestina hanya akan memperpanjang konflik dan memperburuk stabilitas regional.

Di akhir pernyataannya, Tolchenov mengatakan Rusia menyambut tercapainya kesepakatan penghentian permusuhan antara AS dan Iran. Ia menegaskan Moskow konsisten mendorong gencatan senjata serta penyelesaian konflik melalui jalur politik dan diplomasi, termasuk melalui Dewan Keamanan PBB.