Jakarta — Duta Besar Republik Indonesia untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, menilai Pancasila menjadi kata kunci bagi peradaban Indonesia, termasuk dalam praktik diplomasi yang diarahkan untuk mewujudkan kemaslahatan bersama.
Dalam siaran pers KBRI Tunisia yang diterima di Jakarta, Jumat, Zuhairi menyampaikan keyakinannya bahwa Pancasila dapat menjadi fondasi dalam membangun peradaban diplomasi. Menurutnya, nilai-nilai dalam Pancasila memuat semangat persahabatan dan kerja sama, sehingga relevan untuk memperkuat peran Indonesia dalam konteks global.
Pernyataan itu disampaikan dalam diskusi bertajuk “Pancasila Falsafah Indonesia” yang digelar KBRI Tunis pada rangkaian Pameran Buku Internasional Tunisia ke-40, Kamis (30/4). Kegiatan tersebut turut dihadiri wartawan senior Harian al-Maghrib Ziyad Krisyan dan wartawan Harian al-Syuruq Fadhil Thayyasyi.
Zuhairi juga menilai falsafah persahabatan Indonesia–Tunisia merupakan wujud nyata Pancasila dalam tindakan, sekaligus membangun harapan bagi kemaslahatan bersama kedua negara.
Ia menjelaskan, Pancasila sebagai falsafah dan ideologi bangsa Indonesia telah terbukti mempersatukan berbagai elemen bangsa yang beragam, baik dari sisi agama, bahasa, maupun suku. Menurutnya, Pancasila menjadi kekuatan yang mendorong Indonesia membangun peradaban bangsa.
Dalam kesempatan yang sama, Zuhairi menegaskan bahwa inti Pancasila, sebagaimana disampaikan Proklamator Sukarno, adalah gotong royong. Ia menyatakan selama gotong royong tetap hidup dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, Indonesia memiliki kesempatan untuk berperan besar dalam membangun peradaban dunia.
Sementara itu, Ziyad Krisyan dan Fadhil Thayyasyi menyampaikan pandangan serupa. Keduanya menilai Pancasila tidak hanya diucapkan, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata.