Jakarta — Duta Besar Pakistan untuk Indonesia, Zahid Hafeez Chaudhri, menegaskan keyakinan Pakistan bahwa negosiasi dan solusi diplomatik merupakan cara terbaik untuk menangani krisis internasional, termasuk ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat-Israel.
“Kami percaya krisis saat ini juga hanya dapat diselesaikan melalui negosiasi dan upaya diplomatik,” kata Chaudhri saat berkunjung ke ANTARA Heritage Center di Jakarta, Kamis. Pernyataan itu disampaikan saat ia menanggapi pertanyaan mengenai inisiatif Pakistan untuk menjadi tuan rumah mediasi antara Iran dan AS-Israel.
Chaudhri mengatakan Pakistan berharap solusi diplomatik yang dinegosiasikan dapat ditemukan untuk menangani perang antara Iran dan AS-Israel. Ia menyebut Pakistan telah berupaya memainkan peran dalam mendorong tercapainya penyelesaian melalui jalur diplomasi, termasuk dengan menawarkan diri sebagai tuan rumah dialog.
“Kami sangat senang menjadi tuan rumah dialog seperti itu di Islamabad di mana kita semua dapat duduk bersama dan menemukan solusi untuk konflik tersebut,” ujarnya.
Saat ditanya mengenai posisi Iran yang disebut masih belum memercayai AS karena mengalami serangan dua kali ketika kedua pihak sedang bernegosiasi, Chaudhri kembali menekankan bahwa negosiasi dan diplomasi tetap menjadi pendekatan terbaik. Ia menyatakan Pakistan bekerja sama dengan negara-negara sahabat di kawasan dan tetap meyakini solusi diplomatik masih mungkin dilakukan.
Sebelumnya, pada Selasa (24/3), Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyatakan Islamabad “siap” menjadi tuan rumah pembicaraan yang ia sebut “bermakna dan konklusif” antara AS dan Iran guna mencapai “penyelesaian komprehensif” untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.
“Pakistan menyambut dan sepenuhnya mendukung upaya dialog guna mengakhiri perang di Timur Tengah demi perdamaian dan stabilitas di kawasan dan sekitarnya,” kata Sharif melalui akun media sosial X.
Pernyataan itu muncul di tengah laporan bahwa Panglima Angkatan Darat Pakistan Jenderal Asim Munir telah berkomunikasi dengan Presiden AS Donald Trump pada Minggu (23/3) terkait perang Iran. Pakistan juga menawarkan diri sebagai lokasi pertemuan tingkat tinggi antara pejabat senior pemerintahan Trump dan pihak Iran sebagai bagian dari upaya diplomatik.
Tak lama setelah unggahan tersebut, Presiden Trump membagikan tangkapan layar pernyataan Sharif di platform Truth Social miliknya.
Situasi di kawasan dilaporkan tetap tegang setelah AS dan Israel terus melancarkan serangan udara ke Iran sejak 28 Februari. Serangan itu dilaporkan menewaskan lebih dari seribu orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.
Teheran membalas dengan serangan pesawat nirawak dan rudal yang menargetkan Israel, serta Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS. Eskalasi tersebut dilaporkan mengganggu infrastruktur, pasar global, dan penerbangan internasional.

