Dua kapal tanker milik PT Pertamina dilaporkan masih tertahan di kawasan Selat Hormuz, Iran. DPR meminta Presiden Prabowo Subianto turun langsung untuk melakukan lobi diplomatik dengan pemerintah Iran guna mempercepat penyelesaian masalah tersebut.
Anggota DPR Syafruddin menyatakan penanganan kasus ini memerlukan keterlibatan langsung Presiden. Menurutnya, upaya diplomasi tidak cukup jika hanya dilakukan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Menteri Luar Negeri, atau pejabat di bawahnya.
“Saya kira masalah (tertahannya) kapal Pertamina memerlukan lobi langsung dari Presiden. Tidak cukup hanya menteri ESDM, Menteri Luar Negeri, atau di bawahnya,” kata Syafruddin, Senin (30/3/2026).
Syafruddin menilai langkah diplomasi yang sudah ditempuh pemerintah patut diapresiasi, namun perlu ditingkatkan ke level strategis agar hasilnya lebih cepat dan efektif.
“Upaya Kemlu dan jajaran sudah tepat, tapi ini menyangkut jalur energi global dan keselamatan aset negara. Presiden perlu turun langsung agar memiliki daya tekan diplomatik yang lebih kuat,” ujarnya.

