BERITA TERKINI
DPR Soroti Memanasnya Selat Hormuz, Minta Semua Pihak Tahan Diri dan Utamakan Diplomasi

DPR Soroti Memanasnya Selat Hormuz, Minta Semua Pihak Tahan Diri dan Utamakan Diplomasi

Jakarta — Penutupan kembali jalur strategis Selat Hormuz memicu kekhawatiran baru di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global. DPR RI menilai situasi tersebut tidak hanya berdampak pada kawasan, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas energi dunia.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono mengatakan perkembangan itu perlu dicermati secara serius karena berkaitan dengan eskalasi konflik yang lebih luas. Menurutnya, penutupan Selat Hormuz mencerminkan meningkatnya ketegangan yang muncul akibat dugaan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata.

Dave menekankan bahwa Selat Hormuz merupakan jalur vital distribusi energi global. Gangguan di wilayah tersebut dinilai dapat berdampak luas, termasuk terhadap rantai pasok dan stabilitas ekonomi dunia.

Dalam kondisi tersebut, DPR mendorong semua pihak untuk menahan diri, kembali mengedepankan diplomasi, serta menghormati komitmen yang telah disepakati, termasuk gencatan senjata. Dave menilai penegakan gencatan senjata harus dijalankan secara konsisten agar stabilitas kawasan terjaga dan eskalasi konflik dapat dihindari.

Ia juga menyatakan peluang penyelesaian damai masih terbuka selama para pihak bersedia mengutamakan dialog. Dave menambahkan, Indonesia akan terus mendorong terciptanya solusi damai yang berkeadilan sesuai amanat konstitusi dan prinsip politik luar negeri bebas aktif.

Komisi I DPR RI, kata Dave, berkomitmen mendukung langkah pemerintah dalam merespons dinamika global tersebut, terutama untuk menjaga kepentingan nasional di tengah potensi gangguan terhadap perdagangan dan pasokan energi dunia.