Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto disebut membuka peluang seluas-luasnya bagi investasi asing untuk masuk ke Indonesia. Kebijakan ini diarahkan untuk menggerakkan perekonomian sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menyatakan optimistis Indonesia memiliki prospek untuk menarik investor asing. Namun, ia menilai masih ada sejumlah tantangan yang perlu dibenahi agar iklim investasi lebih kondusif dan investor merasa “nyaman” berusaha di Indonesia.
Menurut Misbakhun, salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah pemberian insentif fiskal guna memudahkan dan menarik investasi. Selain itu, kepastian aturan dinilai penting agar investor memiliki kejelasan untuk memastikan keberlanjutan bisnis di Indonesia. Langkah tersebut diperlukan untuk meyakinkan investor bahwa investasi di Tanah Air aman dan memberikan keuntungan.
Upaya menarik investasi asing juga disebut dilakukan melalui Danantara, yang memperkuat kerja sama dengan mitra asing berkelas dunia. Penguatan kolaborasi ini dikaitkan dengan keberhasilan diplomasi ekonomi Presiden Prabowo.
Salah satu sektor yang disebut memiliki peluang tumbuh dan berkembang adalah investasi “waste to energy”. Sektor ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan serta membuka lapangan kerja.
Pembahasan mengenai langkah yang dibutuhkan Indonesia untuk menarik investasi asing disampaikan dalam dialog Syarifah Rahma bersama Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun dalam program Power Lunch, CNBC Indonesia, Rabu (25/02/2026).

