Serangan rudal Israel ke Teheran, Iran, pada Sabtu, 28 Februari 2026, memicu keprihatinan di DPR RI. Anggota Komisi I DPR Sukamta menilai serangan tersebut berpotensi berkembang menjadi perang regional apabila sekutu Iran maupun Israel ikut terlibat secara langsung.
Sukamta juga mengingatkan dampak lanjutan terhadap ekonomi global. Menurutnya, setiap peningkatan ketegangan di Timur Tengah dapat memengaruhi pasar energi, sentimen investor, serta jalur perdagangan internasional.
Ia memperkirakan Iran kemungkinan akan melakukan pembalasan, baik melalui rudal, drone, maupun operasi proksi yang menyasar kepentingan Israel dan sekutunya. Karena itu, Sukamta menekankan perlunya upaya pencegahan eskalasi yang lebih luas, termasuk melalui peran Indonesia bersama Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), serta menyerukan semua pihak menahan diri.
Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono turut menyoroti dampak geopolitik dan ekonomi dari perkembangan tersebut. Ia menilai Indonesia yang masih bergantung pada impor minyak berpotensi terdampak apabila terjadi lonjakan harga energi global.
Selain itu, Dave mengingatkan kemungkinan munculnya tensi politik di dalam negeri akibat isu konflik tersebut. Ia menegaskan Indonesia tetap berada pada jalur diplomasi bebas aktif, mendorong semua pihak mematuhi hukum internasional dan menghentikan kekerasan.
Kedua anggota DPR juga menekankan pentingnya kesiapan rencana darurat bagi warga negara Indonesia (WNI) apabila konflik meluas. Hingga saat ini, situasi di Teheran dilaporkan masih mencekam setelah ledakan terdengar di ibu kota, sementara rincian kerusakan di Iran belum jelas. Kementerian Pertahanan Israel menyebut serangan itu sebagai “pendahuluan” yang dilakukan bekerja sama dengan Amerika Serikat.

