JAKARTA — Anggota Komisi XII DPR RI Syafruddin menyoroti dua kapal tanker milik Pertamina yang dilaporkan masih tertahan di Selat Hormuz, Iran. Ia mendorong Presiden Prabowo Subianto melakukan diplomasi langsung dengan pemerintah Iran untuk mempercepat penyelesaian persoalan tersebut.
Syafruddin menilai situasi geopolitik di Timur Tengah yang memanas tidak cukup ditangani melalui jalur teknis kementerian semata, melainkan memerlukan komunikasi tingkat tinggi antarkepala negara.
“Saya kira masalah (tertahannya) kapal Pertamina memerlukan lobi langsung dari Presiden. Tidak cukup hanya menteri ESDM, Menteri Luar Negeri, atau di bawahnya,” ujar Syafruddin, Senin (30/3/2026).
Ia mengatakan langkah diplomasi yang telah dilakukan pemerintah patut diapresiasi, namun perlu ditingkatkan ke level yang lebih strategis agar hasilnya lebih cepat dan efektif.
“Upaya Kemlu dan jajaran sudah tepat, tapi ini menyangkut jalur energi global dan keselamatan aset negara. Presiden perlu turun langsung agar memiliki daya tekan diplomatik yang lebih kuat,” kata politikus PKB tersebut.
Syafruddin juga mengingatkan bahwa Selat Hormuz merupakan jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen distribusi minyak dunia. Karena itu, gangguan di wilayah tersebut dinilai dapat berdampak tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga terhadap stabilitas energi global.

