Ketua Komisi VIII DPR Marwan Dasopang meminta pemerintah menyiapkan skenario rute alternatif penerbangan haji melalui wilayah Afrika menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah yang masih memanas. Usulan itu disampaikan sebagai langkah antisipasi agar proses keberangkatan jemaah tidak terganggu oleh situasi keamanan kawasan.
“Tidak mungkin juga jemaah berlama-lama (berangkat). Harus ada alternatif, umpamanya mungkinkah penerbangan dibelokkan dari Afrika,” kata Marwan di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Marwan menggambarkan opsi rute yang menurutnya dapat dipertimbangkan, yakni penerbangan mengambil jalur menuju Afrika sebelum melintasi lautan lepas. “Jadi terbang dari Jeddah menuju Nairobi, kemudian ke arah, ya pokoknya arah Afrika baru melewati lautan lepas, tidak di pinggir-pinggir kepulauan,” ujarnya.
Ia menekankan perlunya koordinasi berkelanjutan untuk menyiapkan langkah alternatif apabila konflik berkepanjangan. Menurut Marwan, pemerintah perlu berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait layanan yang telah dibayar dalam penyelenggaraan haji, mulai dari penerbangan, hotel, konsumsi, hingga layanan Masyair di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Marwan juga mengingatkan bahwa kendala pemberangkatan haji tahun ini dapat berdampak pada pelaksanaan haji tahun berikutnya, termasuk dari sisi pembiayaan. Ia menyebut pemerintah perlu meyakinkan berbagai pihak agar potensi persoalan tidak menambah beban pada tahun berikutnya.
Di sisi lain, ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat pada akhir Februari 2026 seiring memanasnya perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Dalam perkembangan tersebut, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer besar-besaran ke sejumlah kota penting di Iran yang menargetkan fasilitas militer, program nuklir, serta pusat komando pemerintah Iran. Serangan udara dan rudal dilaporkan menghantam kota-kota seperti Teheran, Isfahan, dan Qom.
Serangan itu memicu balasan dari Iran yang meluncurkan rudal dan drone ke wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk, termasuk di negara-negara seperti Kuwait, Qatar, dan Bahrain. Situasi tersebut meningkatkan kekhawatiran meluasnya konflik di kawasan.
Ketegangan keamanan ini berpotensi memengaruhi penerbangan calon jemaah haji menuju Arab Saudi. Sejumlah maskapai mulai menyesuaikan rute penerbangan untuk menghindari wilayah udara yang dinilai tidak aman akibat konflik militer. Penyesuaian rute dapat membuat waktu tempuh lebih lama dan berpotensi memicu penundaan jadwal keberangkatan, seiring prioritas keselamatan penumpang melalui penutupan atau penghindaran jalur udara di dekat wilayah konflik.

