Dolar Amerika Serikat (AS) menguat tipis pada perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB), namun pergerakannya masih berfluktuasi di sekitar level terendah sejak Maret. Pasar mencermati derasnya retorika terkait potensi negosiasi perdamaian antara AS dan Iran.
Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan dolar terhadap sekeranjang enam mata uang utama dunia, naik 0,1% ke level 98,22.
Upaya mediasi untuk menghentikan permusuhan secara permanen antara AS dan Iran disebut terus berlangsung, seiring mendekatnya akhir gencatan senjata sementara selama dua minggu pada akhir bulan ini. AS dan Iran juga dilaporkan pada prinsipnya sepakat menggelar pembicaraan baru, setelah putaran negosiasi awal akhir pekan lalu di Pakistan tidak menghasilkan kesepakatan langsung.
Menurut laporan Wall Street Journal yang mengutip pejabat yang mengetahui isu tersebut, kedua pihak belum menetapkan waktu maupun tempat pertemuan. Wakil Presiden JD Vance disebut dijadwalkan memimpin delegasi Amerika dalam diskusi mendatang. Pada Kamis, Presiden Donald Trump mengatakan kepada wartawan bahwa Iran hampir mencapai kesepakatan.
Di sisi lain, Trump juga mengumumkan Israel dan Lebanon akan memulai gencatan senjata, yang dinilai turut mendorong upaya de-eskalasi. Ia menyatakan akan mengundang Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Gedung Putih untuk pembicaraan bermakna pertama antara kedua negara.
Meski demikian, sinyal gesekan antara AS dan Iran masih terlihat, terutama terkait blokade angkatan laut AS yang terus berlanjut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Di pasar valuta asing, euro melemah ke USD1,1774 dari USD1,18 pada sesi sebelumnya, sementara poundsterling turun ke USD1,3525 dari USD1,3572. Dolar AS menguat terhadap yen Jepang menjadi 159,26 dari 159,05, serta naik terhadap franc Swiss menjadi 0,7844 dari 0,7818.
Namun dolar AS melemah terhadap dolar Kanada menjadi 1,3706 dari 1,3729. Sementara itu, dolar AS menguat terhadap krona Swedia menjadi 9,2051 dari 9,1580.