BERITA TERKINI
Dolar AS Menguat, Indeks Dolar Naik 0,21% Ditopang Permintaan Safe-Haven

Dolar AS Menguat, Indeks Dolar Naik 0,21% Ditopang Permintaan Safe-Haven

New York—Dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada penutupan perdagangan Kamis waktu setempat atau Jumat pagi WIB. Penguatan ini didukung meningkatnya permintaan terhadap aset safe-haven serta penutupan lindung nilai oleh investor non-residen.

Mengutip Xinhua, indeks dolar—yang mengukur nilai dolar AS terhadap enam mata uang utama lainnya—naik 0,21% menjadi 97,824.

Di pasar New York, euro melemah menjadi USD1,1794 dari USD1,1809 pada sesi sebelumnya. Poundsterling Inggris juga turun menjadi USD1,3549 dari USD1,3663.

Terhadap yen Jepang, dolar AS diperdagangkan pada 156,9 yen, naik dari 156,82 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS juga menguat terhadap franc Swiss menjadi 0,7774 dari 0,7766.

Penguatan turut terlihat terhadap dolar Kanada, dengan dolar AS naik menjadi 1,3682 dari 1,3668. Sementara itu, terhadap krona Swedia, dolar AS naik menjadi 9,0363 dari 8,9864.

Permintaan terhadap aset safe-haven meningkat di tengah eskalasi risiko geopolitik di Timur Tengah, kenaikan harga minyak, serta potensi perlambatan ekonomi global. Kondisi tersebut mendorong investor mencari instrumen yang dinilai lebih aman.

Dalam perkembangan lain, aksi jual emas dalam skala besar disebut memunculkan keraguan atas kemampuan logam mulia tersebut menjalankan fungsi safe-haven. Situasi itu membuat dolar AS menjadi salah satu pilihan yang tersisa bagi sebagian pelaku pasar.

Di sisi lain, meski kepercayaan terhadap dolar disebut melemah akibat kebijakan Presiden AS Donald Trump, pasar saham AS dinilai tetap sulit ditinggalkan. Pendapatan perusahaan di AS disebut tumbuh lebih cepat selama satu dekade terakhir dibanding wilayah lain, sementara perusahaan teknologi AS dinilai memiliki sedikit pesaing yang sepadan di luar negeri.

Investor asing juga melakukan lindung nilai terhadap risiko investasi di sekuritas AS dengan menjual dolar. Penurunan S&P 500 disebut mendorong keluarnya investor dari posisi beli saham dan memicu pembelian dolar AS.