Gereja Katolik menggelar doa khusus untuk perdamaian dunia di Vatikan, Roma, pada Senin (13/04/2026). Doa ini dipersembahkan sebagai respons atas meningkatnya konflik dan perang di berbagai belahan dunia.
Sebelumnya, Paus Leo XIV memimpin doa malam untuk perdamaian di Basilika Santo Petrus, Vatikan, pada Sabtu (11/04/2026). Dalam rangkaian doa tersebut, seruan untuk mengakhiri kekerasan dan mendorong perdamaian kembali disampaikan.
Romo Markus Solo Kewuta SVD, pejabat Takhta Suci yang berasal dari Indonesia dan bertugas di Dikasteri Dialog Antaragama, mengajak umat untuk menyatu dalam doa serta mengikuti seruan Paus Leo XIV. Ia menekankan keyakinannya bahwa iman dan doa dapat menjadi kekuatan untuk menghadirkan perdamaian.
Dalam refleksinya, Romo Markus juga mengajak umat manusia meninggalkan kekerasan dan membangun budaya dialog serta rekonsiliasi. Ia menyampaikan pesan bahwa perang merupakan kekalahan dan menjadi musuh bagi peradaban serta kesejahteraan bersama.