BERITA TERKINI
Dmitriev: Pasokan Energi Rusia Dibutuhkan untuk Meredakan Krisis Energi Global

Dmitriev: Pasokan Energi Rusia Dibutuhkan untuk Meredakan Krisis Energi Global

Rusia menegaskan pasokan energi dari negaranya diperlukan untuk membantu meredakan krisis energi global yang disebut memburuk akibat konflik di Timur Tengah.

Pernyataan itu disampaikan Utusan Khusus Presiden Rusia untuk Investasi dan Kerja Sama Ekonomi dengan Negara Asing sekaligus Kepala Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF), Kirill Dmitriev, melalui platform X. Dalam unggahannya, Dmitriev mengatakan energi Rusia dinilai penting untuk menstabilkan situasi, seraya menyebut birokrat Uni Eropa pada akhirnya akan dipaksa mengakui kenyataan tersebut dan mengakui kesalahan strategis mereka.

Dmitriev menyampaikan hal itu saat menanggapi keputusan Amerika Serikat yang mengizinkan pengecualian terbatas (waiver) untuk pembelian minyak Rusia dengan ketentuan tertentu. Kebijakan tersebut mengizinkan pembelian minyak Rusia yang sudah dimuat ke kapal pada atau sebelum 12 Maret 2026, dengan batas pembelian hingga 11 April 2026. Langkah itu disebut dimaksudkan untuk menstabilkan pasokan energi global dan meredam lonjakan harga yang dipicu konflik Timur Tengah.

Dmitriev menyebut kebijakan AS itu akan berlaku untuk sekitar 100 juta barel minyak Rusia yang saat ini sedang dalam perjalanan.

Sebelumnya, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan Presiden AS Donald Trump mengambil langkah untuk mempromosikan stabilitas di pasar energi global dan berupaya menjaga harga tetap rendah di tengah konflik Timur Tengah. Bessent juga menyatakan Kementerian Keuangan AS memberikan otorisasi sementara yang memungkinkan negara-negara membeli minyak Rusia yang saat ini berada di laut.

Menurut Bessent, ketentuan tersebut hanya berlaku untuk minyak yang sudah dalam perjalanan dan tidak akan memberikan keuntungan finansial yang signifikan bagi pemerintah Rusia. Ia beralasan sebagian besar pendapatan energi Rusia berasal dari pajak yang dinilai pada saat ekstraksi.

Bessent menambahkan kebijakan pro-energi Presiden Trump telah mendorong produksi minyak dan gas AS ke tingkat rekor dan berkontribusi menurunkan harga bahan bakar di dalam negeri. Ia juga menyebut kenaikan harga minyak bersifat sementara dan dinilai sebagai gangguan jangka pendek.