Diplomasi Indonesia untuk meloloskan kapal di Selat Hormuz dinilai tidak dilakukan secara terlambat. Menurut pengamat hubungan internasional Teuku Rezasyah, langkah yang ditempuh justru berlangsung secara tertutup dan spesifik, menyesuaikan karakter negosiasi dengan masing-masing negara.
Penilaian tersebut menekankan bahwa pendekatan diplomasi yang tidak banyak terekspos ke publik dapat menjadi bagian dari strategi, terutama ketika proses perundingan membutuhkan penanganan yang berbeda-beda bergantung pada pihak yang diajak berkomunikasi.
Dengan demikian, diplomasi Indonesia dalam isu Selat Hormuz dipandang berjalan senyap namun terarah, dengan fokus pada upaya memastikan kapal dapat melintas melalui jalur strategis tersebut.

