BERITA TERKINI
Diplomasi Asimetris Iran: Menjaga Martabat di Tengah Tekanan Negosiasi

Diplomasi Asimetris Iran: Menjaga Martabat di Tengah Tekanan Negosiasi

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pernah menyatakan bahwa Iran “hanya perlu menelepon” untuk memulai negosiasi. Namun, bagi Teheran, pernyataan itu tidak dipandang sebagai sekadar ajakan damai, melainkan sebagai bentuk tekanan psikologis.

Dalam kacamata Iran, panggilan telepon langsung berisiko menjadi alat propaganda bagi Trump. Satu komunikasi semacam itu dinilai dapat digunakan untuk membangun narasi bahwa Iran telah menyerah, terutama di hadapan publik internasional.

Situasi ini menempatkan Iran pada posisi sulit: di satu sisi menghadapi tekanan untuk membuka jalur perundingan, di sisi lain harus menjaga martabat dan menghindari langkah yang bisa ditafsirkan sebagai tanda tunduk. Dalam konteks tersebut, diplomasi Iran digambarkan bergerak secara asimetris—menghitung dampak simbolik dan politik dari setiap langkah, bukan hanya substansi negosiasi itu sendiri.