Langkah blokade ekonomi dilaporkan memicu gangguan luas pada berbagai sektor layanan publik. Dampaknya antara lain pembatalan ribuan jadwal operasi di rumah sakit, kelumpuhan sektor pariwisata, serta terganggunya layanan sanitasi.
Dalam laporan tersebut, pembatalan operasi menjadi salah satu konsekuensi paling menonjol, menandakan tekanan terhadap sistem kesehatan dan keterbatasan operasional di fasilitas medis. Di saat yang sama, sektor pariwisata disebut mengalami kelumpuhan, mengindikasikan penurunan aktivitas dan layanan yang bergantung pada mobilitas serta pasokan.
Layanan sanitasi juga dilaporkan terdampak, meski rincian gangguan yang terjadi tidak dijelaskan lebih lanjut dalam informasi yang tersedia. Secara keseluruhan, kondisi ini menggambarkan efek berantai dari kebijakan ekonomi terhadap layanan dasar dan aktivitas ekonomi masyarakat.

