BERITA TERKINI
China Tolak Gagasan Tata Kelola Dunia oleh Segelintir Negara Adidaya

China Tolak Gagasan Tata Kelola Dunia oleh Segelintir Negara Adidaya

BEIJING — Pemerintah China menyatakan menolak gagasan bahwa urusan global seharusnya dikelola bersama oleh segelintir negara adidaya. Sikap itu disampaikan Menteri Luar Negeri China Wang Yi saat memaparkan pandangan Beijing mengenai tata kelola global di tengah ketegangan geopolitik.

Dalam konferensi pers pada Minggu (8/3) di sela rapat tahunan “Dua Sesi”, Wang menegaskan China “tidak menganut logika tata kelola bersama oleh negara adidaya”.

Wang juga memperingatkan agar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tidak diabaikan melalui pembentukan mekanisme tandingan. Pernyataan tersebut dipandang sebagai sindiran terhadap sejumlah inisiatif Amerika Serikat belakangan ini, termasuk pembentukan Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.

Konferensi pers yang berlangsung sekitar 90 menit itu memuat 21 pertanyaan dari media dalam dan luar negeri. Wang menjelaskan posisi Beijing dalam persaingan antarkekuatan besar, pandangan China terhadap tatanan dunia, serta arah hubungan AS–China ke depan. Ia juga menyinggung sejumlah isu geopolitik, antara lain eskalasi di Timur Tengah, ketegangan dengan Jepang, dan sengketa Laut China Selatan.

Pernyataan Wang mengenai pengelolaan urusan global disampaikan saat menanggapi pertanyaan yang mengutip pernyataannya sendiri bahwa hubungan China–AS merupakan relasi yang paling menentukan kondisi dunia. Dalam pertanyaan itu, wartawan menyinggung gagasan “tata kelola bersama” yang pernah dilontarkan Presiden AS Donald Trump dan pihak lain, serta menanyakan apakah konsep tersebut dapat membantu kedua negara menghindari konfrontasi dan meredakan kekhawatiran bahwa kebangkitan China akan mengganggu sistem internasional saat ini.

Wang memberi sinyal bahwa Beijing tidak menerima mekanisme yang memungkinkan segelintir negara adidaya mengelola urusan dunia. Ia menilai rivalitas kekuatan besar dan konfrontasi blok dalam sejarah kerap berujung pada bencana dan penderitaan.

“Menilik kembali sejarah, setiap episode rivalitas di antara kekuatan besar dan konfrontasi blok telah membawa bencana serta penderitaan bagi umat manusia,” kata Wang, yang juga menjabat sebagai kepala Komisi Urusan Luar Negeri Komite Sentral Partai Komunis.

Ia menambahkan, “Karena itu, China tidak akan pernah mengikuti jalan lama di mana negara adidaya pada akhirnya mencari hegemoni, dan juga tidak menganut logika tata kelola bersama oleh kekuatan besar.”