BERITA TERKINI
China Tingkatkan Diplomasi dengan Iran Jelang KTT Xi–Trump, Upaya Jaga Stabilitas dan Pasokan Energi

China Tingkatkan Diplomasi dengan Iran Jelang KTT Xi–Trump, Upaya Jaga Stabilitas dan Pasokan Energi

China meningkatkan aktivitas diplomasi dengan Iran di tengah konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah. Langkah ini dinilai terkait upaya Beijing menjaga stabilitas kawasan sekaligus mempersiapkan pertemuan puncak Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Mei.

Dalam merespons ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat, China disebut mengambil pendekatan hati-hati. Sebagai importir minyak mentah terbesar di dunia yang bergantung pada pasokan dari Timur Tengah, Beijing berupaya memastikan keamanan pasokan energi tanpa memicu ketegangan baru dengan Teheran maupun Washington.

Sejumlah analis menilai strategi China saat ini berfokus pada menjaga keseimbangan antara hubungan dengan Iran dan kepentingan diplomatiknya dengan Amerika Serikat. Pendekatan tersebut juga mendapat respons positif dari Trump, yang menyebut China berperan mendorong Iran kembali ke meja perundingan dalam pembicaraan yang berlangsung di Pakistan.

Dalam beberapa pekan terakhir, intensitas diplomasi China dilaporkan meningkat. Menteri Luar Negeri China Wang Yi disebut telah melakukan hampir 30 kali komunikasi dengan berbagai pihak untuk mendorong gencatan senjata. Sementara itu, utusan khusus China untuk Timur Tengah juga aktif melakukan kunjungan ke sejumlah negara Teluk dan Arab guna memperkuat upaya mediasi.

Presiden Xi Jinping turut mengajukan rencana perdamaian empat poin yang menekankan pentingnya kedaulatan negara, hukum internasional, hidup berdampingan secara damai, serta keseimbangan antara pembangunan dan keamanan.

Meski meningkatkan peran diplomatiknya, China tetap berhati-hati dalam menyikapi kebijakan Amerika Serikat, termasuk terkait ancaman militer terhadap Iran. Beijing menyampaikan keprihatinan dan menyerukan semua pihak menahan diri serta berperan konstruktif untuk meredakan konflik.

Langkah ini dipandang sebagai upaya menjaga agar pertemuan puncak Xi–Trump tetap berjalan lancar, mengingat KTT tersebut memiliki kepentingan besar, terutama di bidang perdagangan dan geopolitik. Dalam pertemuan itu, China disebut berpotensi menyepakati pembelian besar produk Amerika Serikat, termasuk pesawat dan komoditas pertanian, sebagai bagian dari strategi diplomasi.