BERITA TERKINI
China Sebut Pembunuhan Pejabat Iran oleh Israel Tak Dapat Diterima, Soroti Penolakan atas Penggunaan Kekerasan

China Sebut Pembunuhan Pejabat Iran oleh Israel Tak Dapat Diterima, Soroti Penolakan atas Penggunaan Kekerasan

China menyatakan pembunuhan pejabat tinggi Iran oleh Israel sebagai tindakan yang “tidak dapat diterima”. Pernyataan itu disampaikan pada Kamis (19/3/2026) sebagai tanggapan pertama Beijing setelah serangan Israel yang kembali menyasar pemimpin senior di Iran.

Dalam konferensi pers, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, mengatakan China menentang penggunaan kekerasan dalam hubungan internasional. Ia menegaskan tindakan membunuh para pemimpin Iran serta menyerang target sipil merupakan hal yang semakin tidak dapat diterima.

Pernyataan tersebut muncul setelah serangan Israel yang disebut menargetkan Ali Larijani, Kepala Keamanan Nasional Iran. Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terlihat berbicara melalui telepon dengan Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, yang duduk di sebelahnya.

Dalam pernyataannya, Katz menyebut dirinya dan Netanyahu telah mengizinkan militer Israel (IDF) untuk melenyapkan pejabat senior Iran tertentu tanpa memerlukan persetujuan tambahan, selama lingkaran intelijen dan operasionalnya telah tertutup. Netanyahu juga membagikan video dari pusat komando “Kirya” dan mengatakan ia memerintahkan pembunuhan dua orang yang disebut sebagai “pemimpin teroris”, yakni Ali Larijani dan Gholamreza Soleimani. Dalam video itu, Netanyahu tampak diapit oleh kepala Mossad dan Angkatan Udara.

Iran kemudian mempertanyakan apakah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan organisasi internasional lainnya mengizinkan pembunuhan para pemimpin secara terbuka.

Dalam sepekan ini, Israel disebut telah membunuh tiga pejabat tinggi Iran, yakni Ali Larijani, kepala pasukan Basij Gholamreza Soleimani, dan Menteri Intelijen Esmail Khatib. Rangkaian kematian itu disebut sebagai sebagian dari yang paling penting sejak serangan AS-Israel dimulai, setelah pembunuhan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei sebelumnya.

Di tengah eskalasi konflik, isu hubungan China dan Amerika Serikat turut mencuat. Pekan lalu, menanggapi permintaan bantuan Presiden AS Donald Trump terkait Selat Hormuz, Kedutaan Besar China di Washington menyatakan Beijing menginginkan penghentian permusuhan segera. Kedutaan juga menekankan bahwa semua pihak memiliki tanggung jawab untuk memastikan pasokan energi tetap stabil dan tidak terhambat.