China merilis video militer yang menampilkan kesiapan tempur di tengah meningkatnya tensi global. Video tersebut diunggah melalui akun resmi militer China di media sosial X pada Senin (13/4/2026).
Rekaman itu memperlihatkan sejumlah latihan malam hari yang melibatkan berbagai matra, mulai dari pasukan darat, pesawat tempur, kapal selam, hingga peluncuran rudal. Dalam unggahannya, militer China menegaskan kesiapan untuk menjalankan operasi tempur sepanjang waktu.
Publikasi video tersebut muncul tak lama setelah China menyampaikan peringatan kepada Amerika Serikat terkait langkah blokade terhadap pelabuhan Iran di Selat Hormuz. China menilai kebijakan itu berisiko mengganggu stabilitas global.
Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyatakan blokade dapat memperburuk krisis dan mengancam pasokan energi dunia. Ia juga menyinggung dampaknya bagi China yang merupakan salah satu konsumen utama minyak Iran.
Di sisi lain, Amerika Serikat disebut mulai menerapkan blokade terhadap kapal yang keluar masuk pelabuhan Iran. Kebijakan itu diambil setelah perundingan dengan Iran di Islamabad, Pakistan, dilaporkan gagal mencapai kesepakatan. Presiden AS Donald Trump juga memperingatkan kapal yang melanggar blokade akan dilenyapkan.
China menegaskan tetap menjalankan kerja sama energi dengan Iran dan memastikan kapal-kapalnya tetap beroperasi di Selat Hormuz. Sementara itu, Iran memberi sinyal tidak segan melancarkan serangan jika perjalanan lautnya terganggu.
Situasi tersebut menambah ketegangan baru di Selat Hormuz, jalur vital bagi distribusi minyak dunia.