China dilaporkan mengembangkan kemampuan kecerdasan buatan (AI) yang disebut sebagai “gudang senjata” berbasis AI, sebuah langkah yang dinilai membuat Amerika Serikat dan negara-negara Barat tidak lagi bisa meremehkan kemajuan teknologi Beijing.
Dalam laporan tersebut, teknologi AI yang dikembangkan China disebut telah banyak diaplikasikan dalam industri militer atau pertahanan. Perkembangan ini menandai meningkatnya pemanfaatan AI di sektor strategis, seiring persaingan teknologi global yang kian ketat.
Selama ini, industri teknologi China kerap diremehkan dan dinilai sebelah mata. Namun, pengembangan dan penerapan AI di bidang pertahanan yang disebut dalam laporan tersebut menunjukkan bahwa kemampuan teknologi China terus bergerak maju dan semakin diperhitungkan dalam konteks persaingan internasional.