BERITA TERKINI
China dan Iran Bahas Ketegangan Timur Tengah di Beijing, Soroti Stabilitas Selat Hormuz

China dan Iran Bahas Ketegangan Timur Tengah di Beijing, Soroti Stabilitas Selat Hormuz

Pemerintah China dan Iran menggelar pertemuan di Beijing di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, khususnya terkait Selat Hormuz yang menjadi jalur strategis perdagangan energi global.

Menteri Luar Negeri China Wang Yi bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran Seyyed Abbas Araghchi pada Rabu, 6 Mei 2026 waktu Beijing. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas upaya meredakan konflik serta mendorong dibukanya kembali jalur diplomasi di kawasan.

Wang Yi menyampaikan bahwa situasi Timur Tengah telah memasuki titik krusial yang dapat menentukan arah konflik ke depan. Ia mengatakan China mendukung Iran dalam menjaga kedaulatan dan keamanan nasionalnya, namun menekankan pentingnya penyelesaian melalui dialog damai.

Dalam kesempatan itu, Wang Yi juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas dan keamanan Selat Hormuz. “Komunitas internasional memiliki kepentingan bersama untuk memulihkan jalur normal dan aman di Selat Hormuz,” ujar Wang Yi, seperti dikutip media pemerintah China, Kamis, 7 Mei 2026.

Selain isu keamanan, China kembali menegaskan dukungan terhadap penggunaan energi nuklir Iran untuk tujuan damai. Beijing menyatakan menghargai komitmen Teheran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir, sembari tetap mempertahankan haknya dalam pengembangan teknologi nuklir sipil.

Wang Yi turut mendorong negara-negara di kawasan Teluk dan Timur Tengah agar memperkuat komunikasi serta membangun sistem keamanan regional yang lebih stabil guna mencegah konflik berkepanjangan.

Sementara itu, Abbas Araghchi memaparkan perkembangan terbaru perundingan antara Iran dan Amerika Serikat. Ia menegaskan Iran akan tetap mempertahankan kedaulatan dan martabat nasionalnya di tengah tekanan geopolitik yang meningkat.

Meski demikian, Araghchi menyebut Iran masih membuka peluang penyelesaian permanen melalui jalur negosiasi dan diplomasi damai. Teheran juga berharap China dapat terus memainkan peran strategis untuk mendorong perdamaian dan membantu meredakan ketegangan di Timur Tengah.

Kunjungan Araghchi ke Beijing menjadi lawatan pertamanya ke China sejak konflik kawasan kembali memanas pada akhir Februari. Sebelum tiba di Beijing, ia diketahui lebih dulu mengunjungi Russia, Oman, dan Pakistan sebagai bagian dari upaya diplomatik Iran di tengah perkembangan situasi regional.