BERITA TERKINI
CEO Media Group: Indonesia Perlu Kerja Kolektif untuk Menjadi Pusat Ekonomi Syariah Dunia

CEO Media Group: Indonesia Perlu Kerja Kolektif untuk Menjadi Pusat Ekonomi Syariah Dunia

CEO Media Group Mohammad Mirdal Akib menilai perjalanan Indonesia untuk menjadi pusat ekonomi syariah dunia membutuhkan kerja keras kolektif. Upaya tersebut, menurut dia, mencakup penguatan ekosistem melalui sinergi kebijakan, pengembangan talenta ahli di bidang syariah, percepatan digitalisasi keuangan, serta peningkatan literasi masyarakat untuk mewujudkan kemakmuran yang luas bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Mirdal dalam sambutannya pada Sharia Economic Forum bertajuk “Accelerating Growth and Prosperity: Path to Global Impact” di Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026.

Mirdal merujuk laporan terbaru The State of Global Islamic Economic Indicator Report 2025 yang menempatkan Indonesia di peringkat ketiga dalam ekosistem keuangan syariah global. Ia menyebut capaian tersebut menandai konsistensi Indonesia selama tiga tahun berturut-turut sebagai negara dengan ekosistem ekonomi Islam terkuat di dunia, sejajar dengan Malaysia dan Arab Saudi.

Menurut Mirdal, pencapaian ini menjadi pijakan strategis bagi Indonesia. Ia menjelaskan penilaian dalam laporan tersebut mencakup tujuh sektor utama, mulai dari makanan halal hingga busana muslimah. “Laporan ini menilai kinerja negara-negara di tujuh sektor utama, satu makanan halal, dua keuangan islam, pariwisata yang muslim friendly, ramah muslim, busana muslimah, kosmetika dan farmasi halal media rekreasi serta investasi halal,” kata Mirdal.

Melihat tren tersebut, Mirdal menegaskan Indonesia perlu bergerak maju untuk menjadi pemimpin utama ekonomi syariah global. Ia menilai optimisme itu didukung besarnya potensi pasar, antara lain pengeluaran konsumen muslim dunia yang disebut telah mencapai USD2,43 triliun atau setara Rp40 ribu triliun, serta diproyeksikan meningkat menjadi USD3,36 triliun pada 2028.

Selain konsumsi, Mirdal juga menyoroti aset keuangan Islam global yang disebut mencapai USD4,93 triliun, dengan potensi pertumbuhan hingga USD7,53 triliun dalam beberapa tahun ke depan. Ia menilai angka tersebut menjadi sinyal bahwa ekonomi syariah merupakan pasar besar yang memengaruhi arah ekonomi dunia.

Dalam kesempatan yang sama, Mirdal menyebut pemerintah telah merespons peluang ini dengan mengintegrasikan arah kebijakan ekonomi Islam ke dalam RPJMN 2025-2029 dan RPJPN 2025-2045. Fokus kebijakan itu, menurut dia, diarahkan pada penguatan sektor riil industri halal serta optimalisasi keuangan sosial Islam.

“Pemerintah telah mengintegrasikan arah kebijakan ekonomi Islam dalam RPJMN 2025-2029 dan RPJPN 2025-2025 dengan fokus pada sektor riil industri halal dan keuangan sosial Islam. Pemimpin ekonomi syariah global saat ini strategis bagi Indonesia, sebab ekonomi syariah global adalah pasar raksasa,” ujar Mirdal.