Jakarta — Center of Economic and Law Studies (Celios) menyatakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah memberikan tanggapan atas surat permohonan investigasi terkait data pertumbuhan ekonomi kuartal II-2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS). Surat tersebut dikirim Celios pada Jumat, 8 Agustus 2025, menyusul dugaan adanya inkonsistensi dalam data resmi pemerintah.
Direktur Kebijakan Fiskal Celios, Media Wahyudi Askar, mengatakan pihaknya mempertanyakan keakuratan angka pertumbuhan ekonomi yang menjadi salah satu landasan penyusunan Nota Keuangan. Ia menyebut indikator makro, termasuk pertumbuhan ekonomi, perlu dicermati karena dinilai menunjukkan kecenderungan inkonsistensi.
Media menjelaskan Celios sebagai lembaga non-pemerintah tidak memiliki akses ke data mentah BPS. Namun, berdasarkan analisis terhadap data publik, Celios menilai terdapat sejumlah inkonsistensi dan menyebut adanya dugaan potensi “window dressing” atau pemolesan angka, meski ia menegaskan tidak dapat memastikan hal itu karena tidak memegang data mentah.
Menurut Media, komisi statistik PBB telah mengonfirmasi penerimaan surat Celios. Ia mengatakan surat tersebut telah dibalas dan akan dibahas secara internal sebelum PBB menyampaikan tindak lanjut resmi.
Celios menyatakan masih menunggu perkembangan berikutnya, termasuk kemungkinan PBB menghubungi BPS untuk memverifikasi data pertumbuhan ekonomi kuartal II-2025. Media menyebut ia tidak mengetahui apakah langkah itu akan dilakukan, namun menilai hal tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan data statistik.
Celios juga menekankan pentingnya keakuratan data karena APBN 2026 akan disusun berdasarkan basis data tahun ini. Menurut Media, apabila basis data yang digunakan tidak tepat, kebijakan yang dihasilkan berisiko melenceng dari kebutuhan sebenarnya.

