BERITA TERKINI
ByteDance Buka Hampir 100 Lowongan AI di AS di Tengah Sorotan Keamanan Nasional dan Persaingan Teknologi

ByteDance Buka Hampir 100 Lowongan AI di AS di Tengah Sorotan Keamanan Nasional dan Persaingan Teknologi

ByteDance Ltd., perusahaan teknologi asal China, membuka lowongan untuk hampir 100 posisi di divisi kecerdasan buatan (AI) mereka di Amerika Serikat. Perekrutan ini menandai upaya ByteDance memperkuat daya saingnya di pasar AI, meski perusahaan masih berada dalam bayang-bayang kekhawatiran keamanan nasional yang selama bertahun-tahun menjadi perhatian pembuat kebijakan dan regulator di AS.

Daftar lowongan yang tercantum di laman karier ByteDance ditujukan untuk Seed, tim AI yang didirikan pada 2023 dan kini memiliki laboratorium di AS, Singapura, serta China. Berdasarkan deskripsi pekerjaan, peran yang dibuka mencakup beragam tugas, mulai dari memproduksi data internasional untuk model bahasa besar (large language models/LLM) milik ByteDance, mengembangkan alat generatif untuk teks, gambar, dan video, hingga melakukan riset untuk membangun AI yang menyerupai manusia. Sejumlah posisi juga berkaitan dengan pengembangan model sains yang ditujukan untuk membantu penemuan serta desain obat-obatan.

Ekspansi perekrutan ini muncul setelah ByteDance mengumumkan kesepakatan yang telah lama dinantikan untuk menjual sebagian bisnis TikTok di AS kepada pemilik non-China. Kesepakatan tersebut dimaksudkan untuk merespons kekhawatiran keamanan nasional AS yang telah membayangi perusahaan selama lebih dari setengah dekade.

Sejumlah politisi di AS menyuarakan kekhawatiran bahwa ByteDance dapat memanfaatkan TikTok untuk mengumpulkan data warga Amerika, atau menggunakan algoritma rekomendasi konten aplikasi itu guna menyebarkan narasi yang menguntungkan kepemimpinan di Beijing. ByteDance menyatakan hal itu tidak pernah terjadi dan tidak akan terjadi. Dalam laporan yang sama, ByteDance disebut tidak menanggapi pertanyaan mengenai lowongan pekerjaan AI tersebut.

Di AS, ByteDance lebih dikenal sebagai perusahaan media sosial karena keterkaitannya dengan TikTok. Namun perusahaan ini juga disebut sebagai pemain dominan di bidang AI dan mulai dipandang sebagai ancaman bagi para pelopor AI Amerika.

Chatbot ByteDance, Doubao—yang disandingkan dengan ChatGPT milik OpenAI, Claude milik Anthropic, dan Gemini milik Google—menjadi chatbot AI yang paling banyak diunduh di China sepanjang 2025, menurut Bloomberg Intelligence. Pada Februari, ByteDance meluncurkan model generasi video AI Seedance 2.0 serta model generasi gambar Seedream 5.0.

Peluncuran model tersebut kembali menempatkan ByteDance dalam sorotan di AS. Tokoh-tokoh besar Hollywood menuduh ByteDance mencuri hak kekayaan intelektual melalui Seedance, yang disebut digunakan untuk membuat akhir cerita alternatif dari acara televisi populer yang menjadi viral, serta adegan film palsu yang menampilkan aktor papan atas.

Dalam hitungan hari setelah peluncuran Seedance, Walt Disney Co. dan Paramount Skydance Corp. mengirimkan surat teguran (cease-and-desist) kepada ByteDance. Motion Picture Association—yang beranggotakan perusahaan seperti Netflix Inc. dan Warner Bros. Discovery Inc.—juga menuntut ByteDance untuk menghentikan “penggunaan karya berhak cipta AS secara tidak sah dalam skala besar.”

Menanggapi isu tersebut, seorang juru bicara ByteDance menyatakan perusahaan menghormati hak kekayaan intelektual dan telah mendengar kekhawatiran terkait Seedance 2.0. Menurut pernyataan itu, ByteDance mengambil langkah untuk memperkuat perlindungan yang ada sembari berupaya mencegah penggunaan kekayaan intelektual dan kemiripan wajah secara tidak sah oleh pengguna.

Di luar kontroversi hak cipta, kehadiran AI ByteDance yang kian berkembang di AS bertepatan dengan kekhawatiran lebih luas di kalangan pembuat kebijakan bahwa China merupakan ancaman nyata bagi dominasi AI Amerika. Meski produk AI China dan Amerika tidak selalu beroperasi di pasar yang sama, sebagian pejabat menilai ketertinggalan dalam perlombaan AI dapat memberi China pengaruh geopolitik dan keunggulan militer yang pada akhirnya dipandang sebagai risiko keamanan nasional.

Dalam konteks lain, produk China tersedia di AS sementara layanan Amerika diblokir di China. Kondisi ini dikhawatirkan memberi ruang bagi perusahaan China untuk merebut pangsa pasar, menyerap data, serta membentuk budaya dan wacana dengan cara yang tidak bisa dilakukan oleh pesaing Amerika mereka. Pemerintahan Trump juga menekankan pentingnya adopsi produk AI Amerika di luar negeri.

Senator AS Pete Ricketts, Republikan dari Nebraska, pada Desember dalam sidang mengenai perlombaan AI AS–China menyebut taruhannya sangat tinggi. Ia mengatakan perlombaan akan dimenangkan oleh pihak yang mampu menarik talenta terbaik, menggunakan chip terbaik, dan melatih algoritma terbaik.

Sejumlah pihak memandang kebangkitan ByteDance di dunia AI sebagai bagian dari persoalan tersebut. Aaron Bartnick, mantan pejabat kebijakan teknologi Gedung Putih era Biden, menilai ByteDance memiliki akses pada komputasi, data, dan modal yang sangat besar, serta dukungan eksplisit dari PKC. Menurutnya, kombinasi itu membuat ByteDance memiliki semua prasyarat untuk menjadi kekuatan besar AI.

Dalam perekrutan terbarunya, tim Seed ByteDance mencari talenta di San Jose, Los Angeles, dan Seattle—kota-kota tempat TikTok juga memiliki kantor besar. ByteDance juga meluncurkan Seed Edge Research Initiative yang berfokus pada pengembangan model kecerdasan umum, yang digambarkan memiliki kemampuan belajar seperti manusia, kemampuan interaksi, serta kemahiran menggunakan alat.

Di saat yang sama, ByteDance meningkatkan upaya di bidang sains dengan merekrut talenta AS berlatar biologi, fisika, dan kimia. Targetnya adalah mengembangkan model presisi tinggi yang dapat mendorong terobosan dalam biologi dan penemuan obat. Area kesehatan dan penemuan obat juga menjadi fokus sejumlah kompetitor AI Amerika. CEO OpenAI Sam Altman pada Januari mengumumkan OpenAI for Healthcare dan menyatakan perusahaannya mungkin mempertimbangkan untuk berinvestasi atau mensubsidi perusahaan yang menggunakan teknologi OpenAI untuk penemuan obat. Anthropic juga mengumumkan Claude for Life Sciences dan Claude for Healthcare, serta mendukung penggunaan AI untuk mempercepat pengembangan obat-obatan.