Bursa saham Asia-Pasifik dibuka menguat pada Rabu, 11 Februari 2026, melanjutkan reli meski pasar di Amerika Serikat dibayangi kekhawatiran terkait kecerdasan buatan (AI) serta data ekonomi yang dinilai lemah.
Di Australia, indeks S&P/ASX 200 naik 0,92% pada awal perdagangan. Di Korea Selatan, indeks Kospi menguat 0,18% dan berada di jalur kenaikan untuk hari ketiga berturut-turut, sementara indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq naik 0,33%.
Di Hong Kong, indeks Hang Seng berada di level 27.260, lebih tinggi dibanding penutupan sebelumnya di 27.183,15.
Pelaku pasar juga mencermati perkembangan data ekonomi global. Laporan penjualan ritel Amerika Serikat untuk bulan Desember menunjukkan pengeluaran konsumen stagnan, meleset dari perkiraan kenaikan bulanan 0,4% berdasarkan survei ekonom.
Di kawasan Asia, investor menilai rilis inflasi China untuk Januari. Inflasi konsumen diperkirakan melambat menjadi 0,4% dari 0,8% pada Desember. Sementara itu, indeks harga produsen (PPI) China diperkirakan tetap berada di wilayah deflasi untuk bulan ke-40 berturut-turut, di level -1,5% dibanding -1,9% pada Desember.
Adapun pasar saham Jepang tutup karena hari libur nasional.
Di Wall Street, indeks S&P 500 turun 0,33% dan Nasdaq Composite melemah 0,59% di tengah kekhawatiran mengenai AI. Namun, Dow Jones Industrial Average bergerak stabil dengan kenaikan 0,1% dan mencatat rekor penutupan tertinggi di 50.188,14.
Dow Jones juga membukukan rekor intraday untuk hari ketiga berturut-turut pada awal perdagangan, setelah menembus level 50.000 untuk pertama kalinya pada pekan sebelumnya.

