Pasar saham Asia-Pasifik dibuka mayoritas menguat pada Rabu (8/10/2025), bergerak berlawanan arah dengan Wall Street yang ditutup melemah pada perdagangan sebelumnya. Penguatan ini terjadi setelah Bank Dunia pada Selasa menaikkan proyeksi pertumbuhan kawasan tersebut.
Pergerakan pasar berlangsung usai periode musim panas yang diwarnai ketidakpastian, menyusul tarif Amerika Serikat yang mengguncang ekonomi global.
Di Jepang, indeks acuan Nikkei 225 naik 0,37% dan Topix menguat 0,62%. Sementara itu, indeks ASX/S&P 200 Australia justru turun 0,3%.
Di Hong Kong, harga berjangka indeks Hang Seng berada di 27.165, lebih tinggi dibanding penutupan Selasa di 26.957,77. Adapun pasar Tiongkok Daratan dan Korea Selatan tutup karena libur.
Pelaku pasar juga mencermati agenda kebijakan moneter, dengan Bank of Thailand dan Reserve Bank of New Zealand dijadwalkan merilis keputusan kebijakan mereka pada hari yang sama.
Semalam di Amerika Serikat, tiga indeks utama ditutup di zona merah. S&P 500 melemah pada Selasa, tertekan oleh penurunan saham Oracle di tengah kekhawatiran investor terkait profitabilitas perdagangan kecerdasan buatan.
Wall Street juga menanti perkembangan dari Washington seiring penutupan pemerintah AS yang memasuki minggu kedua. Secara rinci, indeks pasar secara umum melemah 0,38% dan ditutup di 6.714,59, mengakhiri kenaikan beruntun tujuh hari. Nasdaq Composite turun 0,67% ke 22.788,36, sedangkan Dow Jones Industrial Average turun 91,99 poin atau 0,2% ke 46.602,98.

