Bursa saham Asia-Pasifik dibuka menguat pada Rabu, mengikuti pemulihan di Wall Street yang ditopang saham teknologi serta reli mata uang kripto. Pergerakan pasar terjadi setelah sesi sebelumnya di AS sempat tertekan, namun kembali membaik.
Bitcoin tercatat melonjak lebih dari 7% dan kembali menembus level USD 90.000 dalam perdagangan semalam, setelah sehari sebelumnya mengalami aksi jual tajam. Kripto terbesar itu terakhir diperdagangkan di level 91.462.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 naik 0,74%, sementara Topix yang lebih luas cenderung datar. Di Australia, S&P/ASX 200 menguat 0,3% pada awal perdagangan menjelang rilis data produk domestik bruto (PDB) kuartal III 2025.
Pasar Korea Selatan juga dibuka di zona hijau. Indeks Kospi naik 0,29% dan Kosdaq yang berkapitalisasi kecil bertambah 0,10%. Korea Selatan dijadwalkan merilis angka PDB kuartal III yang telah direvisi pada hari ini. Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung juga diperkirakan menyampaikan pidato kepada publik pada peringatan satu tahun kegagalan deklarasi darurat militer mantan Presiden Yoon Suk Yeol, yang dilanjutkan dengan konferensi pers.
Sementara itu, pasar Hong Kong dibuka melemah. Indeks berjangka Hang Seng berada di 25.965, lebih rendah dibanding penutupan terakhir Hang Seng Index di 26.095,05.
Dari Amerika Serikat, indeks saham bergerak tipis selama jam-jam awal perdagangan Asia setelah berhasil memangkas sebagian kerugian dari sesi sebelumnya. Dow Jones Industrial Average naik 0,39%, S&P 500 bertambah 0,25%, dan Nasdaq Composite menguat 0,59%.
Di dalam negeri, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) disebut berpeluang menguat pada perdagangan Rabu (3/12/2025), dengan area penguatan yang dicermati di 8.660. Pada Selasa (2/12/2025), IHSG naik 0,80% ke posisi 8.617 dan masih didominasi volume pembelian.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai IHSG masih berada pada bagian dari wave (iii) dari wave [iii], dengan potensi penguatan berikutnya menuju area 8.660. Namun, ia mengingatkan peluang koreksi jangka pendek pada rentang 8.540–8.569. Herditya mencatat support IHSG berada di 8.491 dan 8.428, sementara resistance di 8.616 dan 8.660.
Adapun riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut IHSG berpotensi menguat terbatas, dengan level support dan resistance di kisaran 8.440–8.625. Dalam riset tersebut juga disebutkan peluang koreksi mulai terbuka.
Terkait rekomendasi saham, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Avia Avian Tbk (AVIA), dan PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA). Sementara Herditya merekomendasikan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC), PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI).
Untuk ADRO, MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness pada 1.825–1.840 setelah saham tersebut menguat 1,10% ke 1.840 dan didominasi volume pembelian. IMPC direkomendasikan spec buy pada 3.140–3.210, dengan target price 3.440 dan 3.530 serta stoploss di bawah 3.090, setelah saham naik 4,19% ke 3.230. PANI direkomendasikan spec buy pada 13.525–13.675, dengan target 14.300 dan 14.900 serta stoploss di bawah 13.300, setelah saham menguat 1,48% ke 13.675. Sementara WIFI direkomendasikan buy on weakness pada 3.410–3.680, dengan target 3.850 dan 4.120, setelah saham terkoreksi 0,81% ke 3.680 dan masih didominasi tekanan jual.

