BERITA TERKINI
Bursa Asia-Pasifik Dibuka Melemah, Mengikuti Pelemahan Wall Street dan Kenaikan Harga Minyak

Bursa Asia-Pasifik Dibuka Melemah, Mengikuti Pelemahan Wall Street dan Kenaikan Harga Minyak

Bursa saham Asia-Pasifik dibuka melemah pada Jumat, mengikuti penurunan Wall Street semalam di tengah meningkatnya ketegangan terkait Iran yang mendorong kenaikan harga minyak.

Di Korea Selatan, indeks Kospi turun 0,87% setelah mencatatkan sesi terbaiknya sejak 2008 pada perdagangan sebelumnya. Sementara itu, indeks Kosdaq yang berisi saham-saham berkapitalisasi kecil justru melanjutkan penguatan dan naik 2,45%.

Saham perusahaan pertahanan LIG Nex1 menguat hampir 10% dan menjadi salah satu penggerak kenaikan terbesar di Kospi. Kenaikan ini terjadi setelah media Korea Selatan melaporkan sistem pertahanan udara perusahaan tersebut berhasil digunakan untuk mencegat rudal Iran yang diluncurkan ke Uni Emirat Arab.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 0,24%, sedangkan Topix melemah lebih dalam sebesar 0,42%. Di Australia, indeks S&P/ASX 200 turun 1,09% pada awal perdagangan, tertekan oleh saham-saham sektor bahan baku. Sementara itu, indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 25.037, lebih rendah dibanding penutupan sebelumnya di 25.321,34.

Dari pasar komoditas, harga minyak menembus level USD 80 per barel. Minyak Brent berjangka naik 3,54% dan terakhir diperdagangkan pada USD 84,31 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 2% menjadi USD 79,38 per barel.

Ketidakpastian juga muncul dari sisi perdagangan global. Jaksa Agung New York Letitia James bersama jaksa penuntut utama dari 23 negara bagian lainnya kembali menggugat untuk memblokir rezim tarif global Presiden Donald Trump. Langkah ini menyusul putusan Pengadilan Perdagangan Internasional AS pada Kamis yang menyatakan perusahaan berhak atas pengembalian tarif dari bea masuk Trump yang dibatalkan oleh Mahkamah Agung.

Di Amerika Serikat, tiga indeks utama Wall Street ditutup melemah, dengan tekanan dipimpin oleh saham Boeing, Caterpillar, dan sejumlah emiten lain yang dinilai berpotensi paling terdampak jika ekonomi global melambat. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 1,61%, S&P 500 melemah 0,56%, dan Nasdaq Composite turun 0,26%.