BERITA TERKINI
Bursa Asia Menguat, Nikkei Jepang Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

Bursa Asia Menguat, Nikkei Jepang Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

JAKARTA – Pasar saham Asia-Pasifik mengawali perdagangan Selasa, 10 Februari 2026, dengan penguatan signifikan. Kenaikan paling menonjol terjadi di Jepang, seiring berlanjutnya reli pasca-pemilu yang mencerminkan keyakinan investor terhadap prospek ekonomi kawasan.

Indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 1,95% ke level 57.464,40 dan mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah. Sejak pembukaan, indeks tersebut sempat naik 1,52% dan menembus level psikologis 57.000. Indeks Topix turut menguat 1,08%, memperkuat optimisme pasar di Jepang.

Penguatan di Jepang dikaitkan dengan sentimen positif setelah kemenangan Sanae Takaichi dalam pemilu Majelis Rendah. Investor menaruh ekspektasi pada kebijakan pro-pertumbuhan dan reformasi struktural, yang mendorong minat beli tetap stabil. Selain itu, kinerja laba perusahaan yang solid serta pelemahan nilai dolar AS disebut menjadi faktor pendukung pergerakan pasar.

Tren positif juga terlihat di Korea Selatan. Indeks KOSPI naik sekitar 1,21% dan hampir menyentuh rekor penutupan tertingginya. Sementara Kosdaq, yang didominasi saham berkapitalisasi kecil, menguat 1,25%, mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi regional.

Di Australia, indeks S&P/ASX 200 mencatat kenaikan moderat, naik di kisaran 0,39% hingga 0,41% pada awal perdagangan. Penguatan ini menandai kenaikan untuk hari ketiga berturut-turut, seiring sentimen positif yang meluas di kawasan Asia-Pasifik.

Di Hong Kong, kontrak berjangka Hang Seng Index diperdagangkan di level 27.221, lebih tinggi dibanding penutupan sebelumnya di 27.027,16. Pergerakan tersebut memberi sinyal potensi pembukaan yang positif, yang tetap dipantau pelaku pasar sebagai indikator arah jangka pendek.

Dari sisi global, optimisme pasar Amerika Serikat turut memberi dorongan. Sektor teknologi membantu indeks S&P 500 naik 0,47% dan mencatat kenaikan dua hari beruntun. Sentimen ini ikut menular ke Asia, menegaskan keterkaitan pergerakan Wall Street dengan bursa-bursa regional.

Sejumlah analisis juga menyoroti meningkatnya minat terhadap saham-saham Jepang, terutama kelompok blue-chip, yang menjadi magnet investor sejak awal perdagangan. Di Korea Selatan, kenaikan Kosdaq menunjukkan perhatian pasar terhadap saham berkapitalisasi kecil, termasuk sektor teknologi dan inovasi.

Sementara itu, pasar India dan China relatif stagnan. Indeks Nifty 50 dan Shanghai Composite bergerak terbatas di sekitar level penutupan sebelumnya, dengan pelaku pasar menanti katalis tambahan untuk memicu pergerakan yang lebih signifikan.

Secara keseluruhan, penguatan di bursa Asia mencerminkan kombinasi dukungan faktor domestik, dinamika politik, dan sentimen global, yang menjaga ketahanan pasar dan membuka peluang penguatan lanjutan.