BERITA TERKINI
Bursa Asia Menguat di Tengah Tekanan Wall Street, Tarif Trump dan Isu AI Jadi Perhatian

Bursa Asia Menguat di Tengah Tekanan Wall Street, Tarif Trump dan Isu AI Jadi Perhatian

Bursa saham Asia Pasifik menguat pada pembukaan perdagangan Selasa, bergerak berlawanan arah dengan Wall Street yang ditutup melemah pada sesi sebelumnya. Pelaku pasar mencermati kembali ancaman tarif dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump, serta kekhawatiran bahwa perkembangan kecerdasan buatan (AI) dapat mengganggu model bisnis perusahaan perangkat lunak.

Melalui platform Truth Social pada Senin, Trump menyatakan negara mana pun yang ingin “bermain-main” dengan putusan Mahkamah Agung akan menghadapi tarif yang jauh lebih tinggi. Pernyataan itu muncul setelah Supreme Court of the United States pada Jumat membatalkan tarif yang diberlakukan berdasarkan International Emergency Economic Powers Act. Sebagai respons, Trump mengatakan akan menerapkan tarif global sebesar 15% berdasarkan Section 122 dari Trade Act 1974.

Meski demikian, pasar Asia terlihat lebih menaruh perhatian pada dinamika kawasan dan peluang kebijakan moneter. Investor juga menunggu keputusan suku bunga pinjaman utama (Loan Prime Rate/LPR) China. LPR tenor satu tahun menjadi acuan pinjaman komersial baru, sedangkan LPR lima tahun menjadi referensi kredit properti. Pasar China daratan kembali dibuka setelah libur Tahun Baru Imlek.

Di Hong Kong, kontrak berjangka indeks Hang Seng berada di level 26.869, lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya di 27.081,91. Sementara itu, indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,23% dengan Topix bergerak datar. Di Australia, indeks S&P/ASX 200 menguat 0,12%.

Berbeda dengan Asia, pasar saham Amerika Serikat melemah pada perdagangan sebelumnya. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 1,66%, Nasdaq Composite merosot 1,13%, dan S&P 500 terkoreksi 1,04%.

Tekanan terbesar datang dari saham sektor keamanan siber dan perangkat lunak, seiring kekhawatiran investor terhadap munculnya alat keamanan berbasis AI yang dinilai berpotensi menggantikan model bisnis lama. Perusahaan AI Anthropic pada Jumat meluncurkan alat keamanan baru untuk model Claude dalam pratinjau riset terbatas. Perusahaan itu menyatakan layanan tersebut mampu memindai kode perangkat lunak untuk mendeteksi celah keamanan dan memberikan solusi.

Saham perusahaan teknologi besar kembali tertekan, termasuk Microsoft yang turun 3% dan CrowdStrike yang anjlok hampir 10%. Kekhawatiran mengenai potensi disrupsi AI terhadap industri perangkat lunak menjadi salah satu faktor yang membebani sentimen pasar, terutama di Wall Street.