Buku Rasa Bhayangkara Nusantara diserahkan kepada Duta Besar Republik Indonesia untuk Prancis, Mohamad Oemar, di Kedutaan Besar RI di Paris. Penyerahan ini disebut menjadi bagian dari langkah diplomasi kebudayaan Indonesia untuk memperkenalkan warisan kuliner Nusantara kepada masyarakat internasional, termasuk publik Prancis yang dinilai lebih akrab dengan cita rasa Eropa.
Dalam pemberitaan tersebut, inisiatif ini diposisikan sebagai upaya memperkuat hubungan bilateral melalui pemanfaatan soft power budaya. Kuliner dipandang sebagai medium yang mudah diterima lintas kelompok masyarakat sekaligus efektif untuk membangun narasi positif tentang Indonesia di era globalisasi.
Rasa Bhayangkara Nusantara digambarkan sebagai publikasi yang memadukan dokumentasi sejarah, filosofi kuliner, dan panduan praktis pengolahan hidangan tradisional Indonesia. Buku ini tidak hanya memuat resep, tetapi juga menyajikan narasi mengenai evolusi cita rasa Indonesia yang dipengaruhi peradaban, perdagangan, dan interaksi budaya lintas benua.
Setiap bagian dalam buku disebut dirancang untuk memberikan konteks historis dan antropologis, sekaligus menunjukkan bagaimana masakan Indonesia merefleksikan identitas nasional, nilai tradisional, dan keragaman etnis di Nusantara.
Kedutaan Besar RI di Paris disebut akan memfasilitasi distribusi buku tersebut ke institusi pendidikan, perpustakaan nasional, serta komunitas penggemar kuliner Asia di Prancis. Upaya ini juga dinilai membuka peluang bagi peneliti, akademisi, dan praktisi kuliner Prancis untuk melakukan studi komparatif antara tradisi gastronomi Indonesia dan Eropa, yang berpotensi mendorong kolaborasi kuliner bilateral.
Secara lebih luas, penyerahan buku ini dipandang mencerminkan strategi diplomasi kebudayaan Indonesia untuk meningkatkan pengaruh melalui jalur budaya. Melalui pengenalan kuliner, Indonesia turut menyampaikan nilai kebhinnekaan, keberlanjutan, dan kearifan lokal yang disebut menjadi bagian dari fondasi identitas nasional.