BERITA TERKINI
BRIN Tingkatkan Peran Diplomasi Antariksa Indonesia melalui UN-COPUOS 2026

BRIN Tingkatkan Peran Diplomasi Antariksa Indonesia melalui UN-COPUOS 2026

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengintensifkan peran Indonesia dalam diplomasi antariksa global melalui partisipasi aktif pada forum United Nations Committee on the Peaceful Uses of Outer Space (UN-COPUOS) 2026 di Wina, Austria.

Kepala Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa BRIN, Robertus Heru Triharjanto, pada Kamis (26/3/2026) menyatakan BRIN memikul tanggung jawab sebagai pelaksana kegiatan keantariksaan nasional sekaligus mewakili Indonesia dalam forum internasional. Salah satu peran yang dijalankan adalah pendaftaran seluruh objek antariksa milik Indonesia, baik yang dikelola pemerintah, sektor swasta, maupun institusi pendidikan tinggi.

Selain itu, BRIN disebut menjadi rujukan dalam pemanfaatan data penginderaan jauh berbasis satelit untuk mendukung pembangunan di kawasan Asia Pasifik. Heru menjelaskan, penggunaan data antariksa di Indonesia telah berlangsung sejak lama dan terus berkembang. Citra satelit dimanfaatkan di sejumlah sektor, antara lain untuk memperkirakan hasil panen di bidang pertanian, mendeteksi kebakaran hutan, serta mendukung pemetaan detail dalam administrasi pertanahan.

Dalam penanganan bencana, teknologi satelit juga disebut berperan penting. Data satelit telah dimanfaatkan sejak peristiwa tsunami Aceh 2004 hingga penanganan banjir di Aceh dan Sumatra Utara pada 2025. Heru menambahkan, pemanfaatan data antariksa juga berkembang melalui teknologi radar untuk mendukung pengawasan perikanan dan deteksi polusi laut.

Ke depan, BRIN berencana memprioritaskan pengembangan sistem satelit penginderaan jauh sebagai sumber utama data pembangunan nasional. Penguatan sistem komunikasi berbasis satelit juga akan dilakukan untuk mendukung Internet of Things (IoT), pemantauan lalu lintas, hingga sistem peringatan dini bencana.

Sementara itu, Deputy Chief of Mission (DCM) KBRI Wina, Vitto Rafael Tahar, mengatakan Indonesia telah berpartisipasi secara konsisten dalam UN-COPUOS sejak 1972. Dalam forum tersebut, posisi dan kepentingan nasional disampaikan melalui delegasi yang dipersiapkan oleh BRIN dan diwakili oleh KBRI/PTRI Wina.

Menurut Vitto, konsistensi itu menjadikan Indonesia sebagai salah satu elemen penting dalam program UN-SPIDER, inisiatif Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menyediakan data satelit untuk penanggulangan bencana. Ia menyebut Indonesia juga dipercaya membantu pengolahan data penginderaan jauh bagi negara-negara di Asia Tenggara saat terjadi bencana.

Vitto menilai ruang angkasa kini tidak lagi semata menjadi wilayah eksplorasi ilmiah, melainkan arena persaingan kepentingan global. Kompetisi dalam pemanfaatan orbit satelit dan spektrum frekuensi dinilai berdampak langsung terhadap ekonomi digital, keamanan nasional, hingga dinamika geopolitik. Karena itu, ia menegaskan pentingnya keterlibatan aktif Indonesia dalam forum seperti UN-COPUOS untuk menjamin akses yang adil terhadap sumber daya antariksa yang terbatas.

Ia menambahkan, langkah tersebut dipandang strategis untuk mendukung pembangunan ekonomi, meningkatkan daya saing global, serta memperkuat keamanan nasional di era ekonomi dan geopolitik berbasis ruang angkasa.