GIANYAR – Badan Kerja Sama Lembaga Perkreditan Desa (BKS LPD) Provinsi Bali memperkuat langkah antisipasi menghadapi dinamika ekonomi global, termasuk dampak konflik di Timur Tengah serta tantangan di sektor pariwisata. Upaya yang ditekankan saat ini adalah menjaga stabilitas likuiditas dan mempererat koordinasi antarlembaga.
Ketua BKS LPD Provinsi Bali, Nyoman Cendikiawan, mengatakan kondisi saat ini masih berjalan normal. Namun, pihaknya tetap mewaspadai faktor eksternal yang tidak terencana, seperti konflik internasional yang dapat memicu kenaikan harga kebutuhan serta biaya transportasi.
Di sela rapat koordinasi pada Rabu (11/3) di Kantor BKS LPD Gianyar, Cendikiawan menilai kekuatan LPD terletak pada organisasi dan sinergi. Ia menyebut koordinasi terus dilakukan dengan pembina dan BPD Bali sebagai langkah antisipasi, bukan karena kekhawatiran berlebihan. “Kita dalam organisasi, namanya Badan Kerja Sama, terus melakukan koordinasi dengan pembina dan BPD Bali. Ini bukan bentuk ketakutan, melainkan langkah antisipasi terhadap keadaan yang tidak terencana,” ujarnya.
Sejumlah poin menjadi fokus BKS LPD, antara lain tetap mengikuti kebijakan pemerintah untuk mengantisipasi dampak ekonomi terhadap sektor UMKM, serta menjaga ketersediaan dana agar operasional LPD tetap sehat dan mampu melayani krama desa. Kepala LPD Talepud Tegallalang Gianyar juga menegaskan pentingnya prinsip kehati-hatian melalui penerapan manajemen risiko yang disiplin dalam setiap pengambilan keputusan keuangan.
Selain aspek teknis, BKS LPD turut menekankan pentingnya menjaga suasana kondusif di internal desa adat. Komunikasi yang intensif dengan penyarikan, tokoh masyarakat, serta pengurus LPD di tingkat akar rumput disebut menjadi prioritas.
“Prinsip kita adalah kerja sama, koordinasi, komunikasi, dan harmonisasi, hal ini harus dijaga baik dengan pengurus maupun tokoh masyarakat agar tercipta suasana kondusif di desa adat,” kata Cendikiawan.
Melalui penguatan internal dan kolaborasi eksternal tersebut, BKS LPD menyatakan optimistis LPD dapat tetap menjalankan perannya sebagai pilar ekonomi krama Bali di tengah berbagai tantangan.

