Dunia disebut memasuki era arsitektur keuangan baru, ditandai menipisnya sekat antarlembaga dan sektor kebijakan global. Kondisi ini dinilai menuntut otoritas keuangan bertindak lebih terintegrasi untuk menjaga stabilitas ekonomi dari guncangan yang semakin kompleks.
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Thomas A.M. Djiwandono mengatakan keterkaitan antarsektor membuat batas antara kebijakan moneter, fiskal, dan makroprudensial kian memudar. Situasi tersebut, menurutnya, diperberat oleh percepatan digitalisasi yang membuat transmisi risiko lintas negara dapat terjadi dengan cepat.
"Percepatan digitalisasi dan konektivitas lintas negara saat ini mempercepat transmisi risiko yang dapat memicu guncangan terhadap stabilitas ekonomi," ujar Thomas dalam siaran pers di Jakarta, Senin (11/5/2026).
Di tengah pergeseran lanskap itu, BI menekankan pentingnya otonomi kelembagaan. Thomas menilai independensi tidak hanya krusial bagi bank sentral, tetapi juga bagi regulator dan otoritas pengawas sektor keuangan. Menurutnya, hal tersebut diperlukan untuk menjamin tata kelola kebijakan yang mandiri dan efektif dalam menghadapi risiko multidimensi.
Isu ini menjadi bahasan utama dalam International Conference and Call for Papers Journal of Central Banking Law and Institutions (ICFP-JCLI) ke-4. Konferensi tersebut mengusung tema “Central Banking in Transition: Navigating Interconnected Risks and Institutional Governance and Autonomy in the New Financial Architecture.”
BI menyebut forum itu menjaring 291 karya ilmiah dari penulis di 34 negara. Para akademisi dan praktisi membahas berbagai tantangan kebijakan ke depan, termasuk kebutuhan merumuskan solusi atas kompleksitas risiko yang saling terhubung.
Dalam penutup rangkaian pembahasan, para ahli menilai transformasi digital membuka ruang inovasi, namun penguatan kerangka pengawasan yang adaptif tetap menjadi prioritas. Manajemen krisis yang matang serta kelincahan otoritas dalam memitigasi risiko disebut akan menentukan ketahanan ekonomi digital di tengah perubahan arsitektur keuangan global.