BERITA TERKINI
Bentrok Perbatasan Afghanistan-Pakistan Kembali Memanas, Bayangi Upaya Dialog Iran-AS

Bentrok Perbatasan Afghanistan-Pakistan Kembali Memanas, Bayangi Upaya Dialog Iran-AS

Ketegangan di perbatasan Afghanistan dan Pakistan kembali meningkat setelah kedua pihak terlibat baku tembak menggunakan artileri dan senjata berat. Bentrokan ini terjadi hanya beberapa hari setelah pengumuman jeda sementara pertempuran, di tengah adanya upaya negosiasi yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat.

Menurut laporan Reuters, pertempuran berlangsung di wilayah Kunar, Afghanistan, dan Bajur, Pakistan. Pihak Taliban menyatakan serangan tersebut menyebabkan sedikitnya satu orang tewas dan 16 orang terluka, dengan korban yang disebut sebagian besar perempuan dan anak-anak. Sementara itu, Pakistan membantah menargetkan warga sipil dan menegaskan tindakan mereka merupakan respons atas serangan dari Afghanistan.

Bentrokan terbaru ini disebut sebagai bagian dari eskalasi yang dinilai paling buruk dalam beberapa tahun terakhir antara kedua negara. Ketegangan dipicu kecurigaan terkait afiliasi kelompok militan, terutama di Islamabad.

Sebelumnya, Islamabad dilaporkan melakukan serangan yang disebut menewaskan ratusan orang. Namun Pakistan menyatakan sasaran serangan adalah fasilitas militer dan infrastruktur kelompok militan.

Gencatan senjata sempat disepakati saat perayaan Idulfitri, dengan dorongan sejumlah negara seperti Turki, Qatar, dan Arab Saudi. Namun Pakistan mengakhiri jeda tersebut pada pekan lalu. Di sisi lain, Afghanistan belum memberikan kejelasan apakah masih menganggap gencatan senjata tetap berlaku.

Situasi di perbatasan ini muncul bersamaan dengan upaya negosiasi yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat. Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, mengatakan pihaknya tengah mempersiapkan pembicaraan dalam beberapa hari ke depan untuk mencapai penyelesaian yang komprehensif dan berkelanjutan antara berbagai pihak di Timur Tengah.

Pakistan juga membuka kemungkinan menjadi lokasi negosiasi langsung antara Amerika Serikat dan Iran, meski belum ada kepastian apakah kedua negara akan hadir ke Islamabad.

Amerika Serikat, dalam perkembangan terbaru, kembali menegaskan telah melakukan negosiasi perdamaian dengan Iran. Presiden AS Donald Trump menyatakan komunikasi telah dilakukan, baik secara langsung maupun tidak langsung, untuk mencapai perdamaian dengan Teheran. Ia juga menyebut pemimpin baru Iran sebagai sosok yang dinilai cukup rasional, sehingga ia optimistis kesepakatan dapat dicapai.

Meski demikian, Trump menyatakan masih ada kemungkinan kesepakatan tidak tercapai, yang menambah ketidakpastian terkait konflik di Timur Tengah.

Di pihak Iran, Presiden Masoud Pezeshkian disebut tengah mengkaji proposal tersebut. Ia menekankan pentingnya membangun kepercayaan sebagai dasar membuka jalur negosiasi, sekaligus memberi sinyal bahwa Iran belum melupakan adanya serangan yang terjadi tidak lama setelah negosiasi pengembangan nuklir dengan Washington.

Perkembangan konflik di perbatasan Pakistan dan Afghanistan dikhawatirkan dapat mengganggu, bahkan membatalkan, upaya diplomasi Iran dan Amerika Serikat. Jika ketegangan terus meningkat, situasi ini berpotensi memperpanjang konflik yang sedang berlangsung di kawasan Timur Tengah.