BERITA TERKINI
Beijing Izinkan Penjualan Chip AI Nvidia ke China Setelah Tarik-Ulur dengan AS

Beijing Izinkan Penjualan Chip AI Nvidia ke China Setelah Tarik-Ulur dengan AS

Tarik-ulur terkait akses chip Amerika Serikat (AS) ke China memasuki babak baru setelah Presiden AS Donald Trump membuka kembali akses chip canggih H200 buatan Nvidia ke pasar China. Kebijakan ini sebelumnya sempat diperketat dengan pelarangan, dan kini dinilai memicu perdebatan di kalangan pembuat kebijakan AS.

Sejumlah pihak di AS menyuarakan kekhawatiran bahwa chip canggih dapat dimanfaatkan China untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI) di sektor militer. Namun, di sisi lain, China yang selama ini mempercepat pengembangan industri chip domestik akibat sanksi berulang dari AS, disebut tidak langsung menyambut keputusan tersebut tanpa keberatan.

Dalam perkembangan terbaru, Nvidia dilaporkan akhirnya memperoleh persetujuan dari otoritas China untuk menjual chip AI terkuat kedua perusahaan itu di negara tersebut. Informasi ini dikutip Reuters, yang juga menyebut Nvidia menyiapkan versi chip AI Groq agar dapat dipasarkan di China.

Nvidia berada di tengah ketegangan dagang dan pembatasan ekspor yang selama beberapa bulan menghambat penjualan ke China. Meski demikian, perusahaan disebut telah mengantongi izin dari pihak AS untuk menjual beberapa chip, termasuk H200, kepada sejumlah pelanggan yang berbasis di China.

CEO Nvidia Jensen Huang sebelumnya menyatakan perusahaan memperoleh lisensi untuk lebih banyak pelanggan terkait H200 dan menerima peningkatan pesanan, sehingga produksi dapat berlanjut. “Rantai pasokan kami kian aktif,” ujarnya.

Reuters pada Kamis (19/3/2026) melaporkan bahwa Nvidia telah menerima lisensi untuk banyak pelanggan di China dari pemerintah setempat. Sementara itu, juru bicara Kedutaan Besar China di Washington mengatakan tidak mengetahui detail informasi tersebut dan meminta agar pertanyaan diarahkan kepada otoritas yang berwenang.

Laporan serupa juga disampaikan CNBC Internasional yang menyebut Huang memastikan perusahaan telah mendapatkan izin dari AS dan China. Di sisi lain, sebuah perusahaan di China mengaku belum mengetahui adanya persetujuan akhir dari pemerintah, namun menyatakan menerima informasi dari Nvidia bahwa pemesanan pembelian sudah dapat dilakukan.

Sebelumnya, Reuters pada Januari melaporkan China telah memberikan persetujuan awal kepada tiga perusahaan besar domestik—ByteDance, Tencent, dan Alibaba—serta startup AI DeepSeek untuk mengimpor chip Nvidia. Namun, laporan tersebut menyebut persetujuan pembelian masih berada dalam tahap finalisasi pada saat itu, dan Nvidia belum segera menanggapi permintaan komentar.