BERITA TERKINI
Bea Cukai Perkuat Pengawasan dan Integritas Pegawai di Tengah Ketidakpastian Global

Bea Cukai Perkuat Pengawasan dan Integritas Pegawai di Tengah Ketidakpastian Global

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama melakukan rangkaian kunjungan kerja ke tiga wilayah strategis untuk memastikan penerimaan negara tetap optimal di tengah ketidakpastian global, sekaligus memperkuat integritas pegawai.

Kunjungan tersebut mencakup Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Jawa Tengah dan DIY, Kanwil Bea Cukai Jawa Timur II, serta Kanwil Bea Cukai Jawa Timur I. Kegiatan dipusatkan masing-masing di Bea Cukai Kudus, Kediri, dan Pasuruan.

Djaka menegaskan kualitas pelayanan dan pengawasan tidak boleh menurun meski situasi global tengah diliputi konflik. “Di kondisi global yang tengah terjadi konflik, kita tidak boleh menurunkan kualitas pelayanan dan pengawasan,” ujar Djaka dalam keterangannya, Minggu (19/4).

Kunjungan diawali di Bea Cukai Kudus sebagai titik konsolidasi Kanwil Jawa Tengah dan DIY. Djaka menyoroti perubahan karakteristik kantor tersebut yang kini tidak hanya bergantung pada sektor cukai, tetapi juga berkembang pesat pada kawasan berikat. Ia meminta seluruh jajaran fokus pada dua core business tersebut dan tetap optimistis mengejar target penerimaan 2026.

Selain kinerja, Djaka menekankan penguatan integritas melalui penerapan prinsip zero fraud. Menurutnya, kepercayaan publik hanya dapat dijaga apabila pegawai menjauhi praktik-praktik yang berpotensi merusak reputasi institusi.

Djaka juga menyoroti pentingnya kerja tim dalam mencapai kinerja organisasi. Ia menegaskan keberhasilan tidak bisa diraih secara individual, melainkan melalui kolaborasi yang solid, terutama dalam menjaga keseimbangan antara optimalisasi penerimaan dan pemberian fasilitas kepada pelaku usaha.

Selanjutnya, dalam kunjungan ke Bea Cukai Kediri sebagai pusat Kanwil Jawa Timur II, Djaka mengapresiasi capaian penerimaan yang telah diraih. Meski demikian, ia tetap mendorong perbaikan berkelanjutan, khususnya dalam meningkatkan kinerja penerimaan.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas di tengah adanya aduan masyarakat, termasuk menjadikan kasus operasi tangkap tangan (OTT) sebagai peringatan dini bagi seluruh pegawai.

Djaka menilai keterbatasan sumber daya manusia di tengah meningkatnya jumlah kawasan berikat perlu diantisipasi melalui inovasi serta pemanfaatan teknologi.

Isu lain yang menjadi perhatian adalah ketergantungan penerimaan terhadap industri hasil tembakau. Djaka menekankan pentingnya pengawasan ketat untuk melindungi industri legal dari peredaran rokok ilegal. “Kalau kita ingin tetap dipercaya, tunjukkan kinerja terbaik kita,” katanya.

Rangkaian kunjungan ditutup di Bea Cukai Pasuruan yang dikenal sebagai tulang punggung penerimaan cukai nasional. Djaka menegaskan peran strategis kantor tersebut sebagai penyumbang terbesar penerimaan cukai di Indonesia.