Bank Sentral Jepang (Bank of Japan/BOJ) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan di tengah meningkatnya ketidakpastian akibat konflik di Timur Tengah yang dinilai mengaburkan prospek ekonomi global.
Dalam pernyataan resminya pada Kamis (19/3), BOJ menetapkan suku bunga tetap di level 0,75% setelah menuntaskan rapat kebijakan selama dua hari. Keputusan ini sejalan dengan proyeksi seluruh 51 ekonom yang disurvei Bloomberg.
Hasil pemungutan suara menunjukkan keputusan tersebut disetujui dengan perbandingan 8:1. Hajime Takata menjadi satu-satunya anggota dewan yang menolak, dengan mendorong kenaikan suku bunga untuk kedua kalinya secara berturut-turut dalam rapat ini.
Usai pernyataan BOJ, nilai tukar yen terpantau stabil dan diperdagangkan di kisaran 159,60 per dolar AS. Sebelumnya, yen sempat menyentuh level 159,90, yang memicu peringatan keras dari Menteri Keuangan Jepang.
Pemerintah Jepang juga memberi sinyal kemungkinan melakukan intervensi di pasar untuk meredam fluktuasi yang tajam pada mata uang tersebut.

