BERITA TERKINI
Bamsoet Dorong Ormas Perkuat Persatuan dan Ketahanan Nasional di Tengah Tekanan Global

Bamsoet Dorong Ormas Perkuat Persatuan dan Ketahanan Nasional di Tengah Tekanan Global

Anggota DPR sekaligus Ketua Umum DPP Perkumpulan Pemilik Izin Khusus Senjata Api Beladiri Indonesia (PERIKHSA), Bambang Soesatyo, menegaskan organisasi kemasyarakatan (ormas) memiliki posisi penting dalam menjaga ketahanan nasional di tengah meningkatnya tekanan global. Ia menyebut tantangan yang menguat antara lain konflik geopolitik, perang dagang, ancaman siber, hingga polarisasi sosial yang turut berdampak ke dalam negeri.

Bambang, yang akrab disapa Bamsoet, mengatakan situasi dunia yang semakin tidak menentu membuat Indonesia membutuhkan soliditas nasional yang kuat agar stabilitas politik, ekonomi, dan sosial tetap terjaga. Ia merujuk pada catatan Bank Dunia dan IMF mengenai perlambatan ekonomi global yang masih membayangi banyak negara berkembang, serta tensi geopolitik di kawasan Indo-Pasifik yang memengaruhi rantai pasok, pangan, dan energi dunia.

“Ormas harus menjadi kekuatan moral dan sosial yang memperkuat ketahanan nasional. Ketika dunia menghadapi ketidakpastian geopolitik dan tekanan ekonomi global, bangsa Indonesia membutuhkan soliditas seluruh elemen masyarakat agar tetap kuat dan mampu menjaga stabilitas nasional,” ujar Bamsoet saat menghadiri perayaan HUT ke-15 Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB Jaya) di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (10/5/2026).

Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi Indonesia kini tidak lagi bersifat konvensional. Menurutnya, ancaman dapat muncul melalui perang informasi, serangan siber, manipulasi opini publik, hingga infiltrasi ideologi transnasional yang memanfaatkan media digital. Karena itu, ia menilai ketahanan nasional tidak cukup hanya mengandalkan aparat negara, melainkan memerlukan partisipasi aktif masyarakat sipil, termasuk ormas, tokoh agama, komunitas pemuda, dan kalangan akademisi.

Bamsoet mencontohkan penyebaran hoaks pada momentum politik yang kerap memicu konflik sosial. Situasi tersebut, lanjutnya, menunjukkan pentingnya literasi digital dan pendidikan kebangsaan agar masyarakat tidak mudah terpecah oleh provokasi.

“Ormas termasuk GRIB Jaya harus hadir di tengah masyarakat sebagai penyejuk. Jangan membiarkan ruang publik dipenuhi provokasi, fitnah, dan ujaran kebencian yang bisa merusak persatuan bangsa. Kita membutuhkan ormas yang aktif mengedukasi masyarakat tentang pentingnya toleransi, gotong royong, dan menjaga NKRI,” katanya.

Selain itu, Bamsoet yang juga menjabat Wakil Ketua Umum/Kepala Badan Bela Negara FKPPI dan Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila menyoroti perlunya memperkuat ketahanan nasional melalui sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, dunia usaha, dan masyarakat sipil. Ia menilai stabilitas keamanan berkaitan langsung dengan pertumbuhan ekonomi nasional. Ketika stabilitas terganggu, dunia usaha terdampak, investasi menurun, dan penciptaan lapangan kerja terhambat.

Ia menyatakan dukungan terhadap langkah pemerintah memperkuat berbagai aspek ketahanan nasional, termasuk penguatan keamanan siber, ketahanan energi, dan keamanan maritim. Menurutnya, Indonesia memerlukan kolaborasi lintas sektor agar mampu bertahan menghadapi tekanan global yang semakin dinamis.

“Ketahanan nasional tidak bisa dibangun oleh pemerintah sendiri. Semua elemen bangsa harus bergerak bersama. Ormas memiliki jaringan sosial yang kuat hingga ke akar rumput, sehingga perannya sangat penting dalam menjaga stabilitas sosial dan memperkuat solidaritas kebangsaan,” ujar Bamsoet.

Ketua Dewan Pembina Perkumpulan Alumni Doktor Ilmu Hukum Universitas Padjadjaran itu juga menekankan bahwa keberagaman Indonesia merupakan kekuatan besar yang harus dijaga bersama. Ia menyebut Indonesia memiliki lebih dari 1.300 kelompok etnis, ratusan bahasa daerah, serta beragam agama dan budaya yang hidup berdampingan. Keberagaman tersebut, menurutnya, akan menjadi kekuatan apabila dirawat dengan semangat toleransi dan persaudaraan.

Namun, ia mengingatkan perbedaan dapat berubah menjadi ancaman apabila dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk memecah belah masyarakat demi kepentingan politik sesaat. Karena itu, ia menilai ormas dapat berperan menjaga nilai-nilai kebangsaan dan menjadikan Pancasila sebagai fondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat.

“Bangsa ini dibangun di atas semangat persatuan dalam keberagaman. Karena itu, seluruh elemen masyarakat harus menjaga kebhinekaan sebagai kekuatan nasional. Jangan memberi ruang bagi pihak-pihak yang ingin memecah belah bangsa dengan isu suku, agama, ras, maupun kepentingan politik sempit,” pungkas Bamsoet.