BERITA TERKINI
Bakamla RI Dorong Kerja Sama dan Transparansi Keamanan Maritim di Forum ASEAN di Manila

Bakamla RI Dorong Kerja Sama dan Transparansi Keamanan Maritim di Forum ASEAN di Manila

Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) menegaskan komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas kawasan laut melalui partisipasi aktif pada forum internasional “Dialogue on ASEAN Maritime Security” yang digelar di Manila, Filipina, Kamis (22/5/2025). Forum ini menjadi wadah bagi negara-negara ASEAN untuk membahas tantangan keamanan maritim regional serta langkah-langkah penanganannya.

Indonesia diwakili Sekretaris Utama Bakamla RI Laksda TNI Dr. Samuel Kowaas, M.Sc., bersama delegasi nasional lainnya. Dalam pertemuan tersebut, Bakamla RI menyampaikan pentingnya penguatan kerja sama maritim ASEAN yang berbasis hukum dan dijalankan secara transparan, seiring dinamika keamanan kawasan yang terus berkembang.

Acara dibuka oleh Presiden dan CEO West Philippine Sea (WPS) Dr. Jeffrey Ordaniel. Ia menekankan perlunya membangun kepercayaan antarnegera melalui kolaborasi lintas batas, terutama di tengah meningkatnya tensi geopolitik di kawasan. Sejumlah pejabat turut hadir, antara lain Komandan Philippine Coast Guard Admiral Ronnie Gil Gavan dan Penasihat Keamanan Nasional Filipina Secretary Eduardo Año.

Salah satu sesi yang mendapat perhatian adalah diskusi terbuka bertajuk “Transparency at Sea: A Fireside Discussion”. Sesi ini membahas kebutuhan keterbukaan informasi dalam pengelolaan laut serta perlunya kolaborasi pengawasan maritim yang lebih sistematis. Diskusi dipandu oleh Dr. Prashanth Parameswaran untuk mendorong lahirnya gagasan yang dapat diterapkan lintas negara.

Dalam diskusi tersebut, Admiral Gavan, diplomat senior Indonesia H.E. Adam Tugio, dan perwakilan Dewan Keamanan Nasional Malaysia Hamzah bin Ishak menekankan bahwa keamanan laut memerlukan saling percaya, penghormatan terhadap kedaulatan, serta pendekatan diplomasi dibanding konfrontasi.

Melalui Bakamla RI, Indonesia menegaskan pentingnya membangun sistem pengawasan laut yang inklusif dan terintegrasi. Dengan posisi Indonesia yang strategis di jalur pelayaran internasional, isu keamanan maritim dipandang berkaitan erat tidak hanya dengan aspek pertahanan, tetapi juga stabilitas ekonomi dan politik kawasan.

Partisipasi Bakamla RI dalam forum ini juga menggarisbawahi perlunya sinergi antarnegera ASEAN untuk menghadapi berbagai tantangan, termasuk penyelundupan, pelanggaran batas wilayah, dan perompakan laut. Forum tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama menuju kawasan maritim yang aman, damai, dan berkelanjutan.