BEKASI — Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) menyelenggarakan konferensi bertajuk AYIMUN Presents Al-Muhajirien MUN sebagai upaya mendorong semangat diplomasi dan kepemimpinan di kalangan generasi muda. Kegiatan ini digelar di Bekasi pada Sabtu (11/4).
Konferensi tersebut diselenggarakan oleh International Global Network (IGN), organisasi pendidikan internasional yang berfokus pada pengembangan generasi muda. IGN memiliki dua program unggulan, yakni Asia World Model United Nations (AWMUN) dan Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN).
IGN menyampaikan bahwa kedua program tersebut masuk dalam lima besar MUN terbaik di Asia dan telah terkurasi oleh Pusat Prestasi Nasional di bawah Kementerian Pendidikan Republik Indonesia serta PAJSK di bawah Kementerian Pendidikan Malaysia. Melalui format pembelajaran Model United Nations (MUN) yang mensimulasikan konferensi PBB, IGN berkolaborasi dengan Yayasan Waqaf Al-Muhajirien Jakapermai untuk mempertemukan ratusan peserta dalam kegiatan ini.
President IGN, Muhammad Fahrizal, mengatakan bahwa MUN memberi pengalaman belajar yang bersifat transformatif karena peserta dihadapkan pada isu global, beragam perspektif, serta praktik diplomasi. “Ini adalah pengalaman belajar yang transformatif. Melalui MUN, siswa dihadapkan pada isu-isu global, beragam perspektif, dan diplomasi dunia nyata. Partisipasi dalam program seperti AYIMUN menunjukkan inisiatif, kesadaran global, pemikiran kritis, dan keterampilan komunikasi,” ujarnya.
Dukungan juga disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti. Ia menilai program seperti MUN sejalan dengan misi Presiden Prabowo untuk membangun generasi Indonesia yang kuat melalui persaingan sehat sebagai persiapan menuju Generasi Emas 2045, sekaligus sejalan dengan kebijakan dan visinya tentang “Pendidikan Bermutu untuk Semua”. “Pendidikan yang baik tidak hanya mempersiapkan kita untuk membangun bangsa, tetapi juga untuk menjadi pemimpin global,” tuturnya.
Al-Muhajirien MUN menghadirkan dua council, yakni United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) dengan topik “Tackling Cyberbullying: Ensuring Safe and Friendly Onlines Spaces for Students” serta World Health Organization (WHO) dengan topik “Safeguarding Indigenous Knowledge of Traditional Medicine While Ensuring Scientific Validation”.
Konferensi ini diikuti 200 delegasi dari 61 sekolah di wilayah Jabodetabek maupun luar Jabodetabek, mencakup jenjang SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi. Penyelenggara menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari komitmen AYIMUN untuk memperluas akses pembelajaran diplomasi internasional bagi pelajar dari berbagai daerah di Indonesia.
Fahrizal berharap peserta tidak hanya memahami isu-isu global, tetapi juga mengembangkan keterampilan berpikir kritis, komunikasi, dan negosiasi yang dinilai penting untuk menghadapi tantangan masa depan.