Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menuntaskan rangkaian agenda kenegaraan yang padat sepanjang pekan pertama Mei 2026. Sejumlah kegiatan tersebut mencakup penguatan ekonomi dalam negeri, dorongan pemanfaatan sains dan teknologi, diplomasi regional di Asia Tenggara, hingga peninjauan langsung ke wilayah terluar Indonesia.
Agenda dimulai pada Senin, 4 Mei 2026, saat Presiden menerima Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto. Dalam pertemuan itu, Presiden mendorong perguruan tinggi berperan aktif membantu pemerintah daerah menyelesaikan persoalan konkret, mulai dari manajemen limbah hingga penataan lingkungan secara terstruktur dan berkelanjutan.
Pada Selasa, 5 Mei 2026, Presiden memimpin rapat terbatas bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk membahas kondisi ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Dalam rapat tersebut, Presiden menyampaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,61 persen pada kuartal I-2026, yang disebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan tertinggi di G20.
Untuk menjaga tren tersebut, pemerintah bersama Bank Indonesia menyepakati tujuh langkah strategis. Di antaranya penguatan intervensi pasar valuta asing dan optimalisasi Surat Berharga Negara (SBN). Dalam pertemuan di Istana Merdeka, Presiden menegaskan arah kebijakan tetap berorientasi pada stabilitas, sembari memastikan pertumbuhan yang inklusif.
Setelah agenda domestik, Presiden menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina. Dalam rangkaian kegiatan itu, kendaraan taktis produksi dalam negeri, Maung, digunakan sebagai kendaraan resmi. Kehadiran Maung disebut menjadi simbol kemandirian industri pertahanan dan manufaktur Indonesia.
Dalam sesi pleno KTT pada Jumat, 8 Mei 2026, Presiden menyerukan agar ASEAN tetap menjadi jangkar stabilitas kawasan. Ia menekankan pentingnya diversifikasi energi serta ketahanan pangan, termasuk target pembangunan program energi surya berskala besar hingga 100 gigawatt. Presiden juga menyoroti pentingnya solidaritas dan kerja sama antarnegara di Asia Tenggara untuk menghadapi dinamika global yang semakin kompleks.
Usai menghadiri KTT, Presiden melanjutkan kunjungan kerja ke Pulau Miangas, Sulawesi Utara, pada Sabtu, 9 Mei 2026. Di wilayah paling utara Indonesia itu, Presiden berdialog dengan warga dan meninjau fasilitas publik seperti puskesmas serta sekolah, sebagai bagian dari upaya memastikan layanan negara menjangkau daerah terpencil.
Perjalanan kemudian berlanjut ke Kota Gorontalo untuk meninjau Kampung Nelayan Merah Putih di Kelurahan Leato Selatan. Dalam kunjungan tersebut, Presiden menegaskan komitmen pemerintah membangun kedaulatan maritim melalui dukungan infrastruktur dan fasilitas terpadu bagi para nelayan.