Lowy Institute merilis riset Asia Power Index edisi 2025 yang memetakan kekuatan 27 negara di kawasan Asia Pasifik dalam mempengaruhi lingkungan eksternal mereka. Hasil riset menempatkan Amerika Serikat sebagai negara terkuat di kawasan tersebut dengan skor keseluruhan 80,5 dari 100.
Di posisi kedua, Cina meraih skor 73,7. Berdasarkan skor yang diperoleh, Amerika Serikat dan Cina dikategorikan sebagai negara adidaya (super power).
Para peneliti Lowy Institute menyimpulkan kekuatan Amerika Serikat menurun pada tahun ini. Skor Amerika Serikat turun 1,2 poin dibanding 2024. Dalam riset tersebut, Amerika Serikat kini tertinggal dari Cina pada indikator pengaruh diplomatik dan hubungan ekonomi.
Sementara itu, Indonesia menempati peringkat ke-9 dengan skor 22,5, naik 0,2 poin dibanding 2024. Lowy Institute mengelompokkan Indonesia ke dalam level kekuatan menengah (middle power). Para peneliti menilai indikator ketahanan dan pengaruh diplomatik Indonesia meningkat signifikan pada tahun ini.
Pada indikator pengaruh diplomatik, kenaikan skor disebut didorong oleh peran aktif Presiden Prabowo Subianto di panggung global. Namun, para peneliti juga mencatat Prabowo dinilai kurang antusias terhadap kondisi regional Asia Tenggara.
Di sisi lain, Indonesia mengalami penurunan signifikan pada indikator jaringan pertahanan. Para peneliti menilai Indonesia kurang mampu membangun diplomasi pertahanan kawasan yang mumpuni, serta kurang aktif terlibat dalam ekspor persenjataan global.

