WASHINGTON — Pemerintah Amerika Serikat merespons pernyataan Paus Leo XIV yang menegaskan bahwa Yesus menolak doa dari pihak-pihak yang memicu perang. Dalam tanggapannya, AS menekankan komitmen untuk mengurangi eskalasi konflik global, terutama di kawasan Timur Tengah.
Sebelumnya, Paus Leo XIV menyampaikan pesan tersebut dalam khotbahnya. Ia menyoroti bahwa ajaran Yesus sebagai “Raja Damai” tidak dapat digunakan untuk membenarkan peperangan.

