Pejabat tinggi Amerika Serikat (AS) dan China menggelar pembicaraan perdagangan di Paris, Prancis, pada 14–17 Maret. Pertemuan ini menjadi putaran keenam dialog dagang kedua negara sejak Presiden Donald Trump kembali ke Gedung Putih.
Pembicaraan berlangsung di tengah gejolak ekonomi global yang dipicu perang antara Iran dengan AS dan Israel. Di saat yang sama, Trump juga disebut berencana mengunjungi China dalam waktu dekat.
Kementerian Perdagangan China menyatakan Wakil Perdana Menteri He Lifeng memimpin delegasi ke Prancis pada 14–17 Maret untuk melakukan pembicaraan dengan pihak AS, yang diperkirakan dipimpin Menteri Keuangan Scott Bessent.
Menurut kementerian tersebut, kedua pihak akan berpegang pada konsensus penting yang dicapai para pemimpin mereka dan membahas isu ekonomi serta perdagangan yang menjadi perhatian bersama.
Sementara itu, Gedung Putih menyatakan Trump akan mengunjungi China pada 31 Maret hingga 2 April, meski Beijing belum mengonfirmasi jadwal tersebut.
Putaran pembicaraan sebelumnya digelar di Jenewa, London, Stockholm, Madrid, dan Kuala Lumpur. Rangkaian pertemuan itu disebut membantu mengurangi tarif antara kedua negara yang sebelumnya sempat mencapai angka tiga digit.
Pembicaraan di Paris juga berlangsung tidak lama setelah Mahkamah Agung AS membatalkan tarif resiprokal yang diumumkan Trump pada April 2025.

