Amerika Serikat dan China memulai babak baru pembicaraan ekonomi dan perdagangan di Paris pada 15 Maret. Menurut AP, delegasi AS dipimpin Menteri Keuangan Scott Bessent, sementara delegasi China dipimpin Wakil Perdana Menteri He Lifeng.
Sebelumnya, Kementerian Perdagangan China menyatakan bahwa pertemuan ini akan membahas “isu-isu ekonomi dan perdagangan yang menjadi perhatian bersama.”
Menjelang pembicaraan, ekonom senior Natixis Bank di Prancis sekaligus peneliti di Central European Institute for Asian Studies, Gary Ng, menilai pertemuan di Paris berpotensi menjadi dialog bilateral terpenting menjelang rencana KTT antara Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump.
Ng mengatakan isu utama dalam perundingan ini adalah apakah kedua negara dapat menyepakati apa yang sudah dibahas dan menyelesaikan perbedaan yang ada. Ia juga menyinggung Iran sebagai faktor baru, namun menilai Beijing lebih mengkhawatirkan pergeseran kebijakan Amerika Serikat.
Sementara itu, Gedung Putih menyebut Trump akan mengunjungi China pada 31 Maret hingga 2 April, meski Beijing belum secara resmi mengonfirmasi informasi tersebut. Jika terlaksana, kunjungan itu akan menjadi lawatan pertama presiden AS yang sedang menjabat ke China sejak 2017.
Perjalanan tersebut disebut berlangsung lima bulan setelah Xi dan Trump bertemu di Busan, Korea Selatan, dan mencapai kesepakatan gencatan senjata perdagangan selama satu tahun.

