BERITA TERKINI
AS Bersiap Tarik Pasukan dari Afghanistan, Al-Qaeda Klaim Perang Akan Berlanjut

AS Bersiap Tarik Pasukan dari Afghanistan, Al-Qaeda Klaim Perang Akan Berlanjut

KABUL — “Perang melawan teror” Amerika Serikat disebut akan memasuki fase baru seiring rencana Presiden Joe Biden menarik seluruh pasukan AS dari Afghanistan. Penarikan itu disiapkan bertepatan dengan peringatan 20 tahun serangan 11 September.

Momen ini juga berdekatan dengan peringatan 10 tahun tewasnya Osama bin Laden, pemimpin al-Qaeda yang dituding sebagai dalang serangan 11 September 2001. Bin Laden tewas dalam operasi pasukan khusus AS, tim Navy Seal 6, di sebuah kompleks berdinding tinggi dekat perguruan tinggi militer Pakistan di Abbottabad.

Nama Osama bin Laden dan jaringan al-Qaeda menjadi simbol era kebijakan reaksi dan pembalasan AS yang membentuk arah penanganan kontra-terorisme selama bertahun-tahun.

Pernyataan Al-Qaeda soal penarikan pasukan

Dalam sebuah wawancara eksklusif yang dilakukan melalui perantara, CNN menyebut berhasil meminta tanggapan al-Qaeda terkait langkah Biden menarik pasukan dari Afghanistan. Berbeda dari sikap sebelumnya yang kerap mengabaikan permintaan wawancara, kali ini perwakilan al-Qaeda disebut bersedia menjawab.

Al-Qaeda menyatakan perang melawan AS akan terus berlanjut di berbagai lini, kecuali jika mereka “diusir dari seluruh dunia Islam.”

Rencana kembali ke Afghanistan dan hubungan dengan Taliban

Kelompok tersebut juga menyatakan berencana kembali ke Afghanistan dan kembali berkolaborasi dengan Taliban setelah pasukan AS meninggalkan negara itu. Mereka memuji Taliban karena dinilai menjaga perang melawan AS tetap berlangsung.

Dalam pernyataan yang dikutip media tersebut, al-Qaeda juga menyampaikan terima kasih kepada warga Afghanistan atas perlindungan terhadap “rekan seperjuangan,” yang menurut mereka memungkinkan berbagai front jihad beroperasi di sejumlah wilayah dunia Islam dalam waktu lama.

Klaim kemenangan

Al-Qaeda turut menyebut Afghanistan sebagai kemenangan bagi mereka, seiring rencana penarikan pasukan AS dari negara tersebut.